Liputan6.com, Manado: Dugaan pemukulan warga sipil oleh aparat TNI terjadi di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (17/9). Sejumlah warga Jalan Anoa, Teling, Manado, babak belur dipukuli sekelompok pemuda berambut cepak yang keluar dari Markas TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 712/Wirabuana, Manado. Para pemuda berambut cepak menyerbu rumah warga dengan menghunus sangkur. Warga tidak mengetahui motif pemukulan yang dilakukan para pemuda itu.
Bagian Hubungan Masyarakat Komando Resor Militer 131 Santiago Manado Kapten TNI Ibnu Yudo membantah insiden itu dilakukan anggota TNI. Namun dia akan tetap meneliti kemungkinan tersebut.
Peristiwa itu berlangsung cepat. Warga gelagapan karena diserbu secara mendadak dan dipukuli. Mereka pun tak sempat memberi perlawanan. Sejumlah warga terluka dalam insiden ini. Setelah puas memukuli, para penyerbu kembali ke arah Markas Yonif 712.
Insiden ini mengingatkan kita akan kejadian yang menimpa warga Desa Gebang, Kecamatan Padang Cermin, Lampung Selatan, Lampung, akhir bulan silam. Seorang tewas dan tujuh orang warga terluka setelah sekelompok pemuda berambut cepak menyerbu permukiman warga [baca: Seorang Tewas, Tujuh Terluka Diserang di Lampung]. Pemuda berambut nyaris gundul itu keluar dan kembali ke Markas Batalyon IX Marinir yang berjarak beberapa kilometer dari permukiman warga.(YAN/Aldrien Arief)
Bagian Hubungan Masyarakat Komando Resor Militer 131 Santiago Manado Kapten TNI Ibnu Yudo membantah insiden itu dilakukan anggota TNI. Namun dia akan tetap meneliti kemungkinan tersebut.
Peristiwa itu berlangsung cepat. Warga gelagapan karena diserbu secara mendadak dan dipukuli. Mereka pun tak sempat memberi perlawanan. Sejumlah warga terluka dalam insiden ini. Setelah puas memukuli, para penyerbu kembali ke arah Markas Yonif 712.
Insiden ini mengingatkan kita akan kejadian yang menimpa warga Desa Gebang, Kecamatan Padang Cermin, Lampung Selatan, Lampung, akhir bulan silam. Seorang tewas dan tujuh orang warga terluka setelah sekelompok pemuda berambut cepak menyerbu permukiman warga [baca: Seorang Tewas, Tujuh Terluka Diserang di Lampung]. Pemuda berambut nyaris gundul itu keluar dan kembali ke Markas Batalyon IX Marinir yang berjarak beberapa kilometer dari permukiman warga.(YAN/Aldrien Arief)