Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyusun solusi permanen masalah pakan ternak. Ke depan, ada sistem terintegrasi dari petani jagung ke peternak rakyat.
Amran menjelaskan, skema ini memungkinkan petani dalam lingkup binaan kelompok peternak untuk memproduksi jagung. Hasil panen bisa diserap langsung. Ketika jumlahnya berlebih, maka bisa dibeli oleh Perum Bulog.
Advertisement
"Ini tanam jagung, kemudian offtakernya peternak, kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog. Menjadi resi gudang. Begitu masa peceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen,” kata Amran dalam keterangan resmi, Jumat, 6 November 2026.
Dia menyadari peternak biasanya kesulitan bahan baku pakan menjelang akhir tahun. Maka, sistem resi gudang tadi dinilai mampu menjadi solusi. Di sisi lain, pemerintah dan Perum Bulog serta BUMN Pangan ID Food juga menyalurkan bahan baku pakan dengan harga murah.
Bulog memberikan jagung subsidi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar Rp 5 ribu per kilogram (kg), jauh lebih rendah dari harga komersial sekitar Rp 7.000 - Rp 7.400 per kg. ID Food juga menyalurkan soybean meal (SBM) dengan harga terjangkau.
Salah satunya, Amran menyalurkan 180 ton jagung SPHP bagi 18 kelompok peternak rakyat di Blitar, Jawa Timur. “Kami hari ini tunaikan janji. Setelah peternak, semua Indonesia perwakilan ada seribu lebih ke Jakarta. Menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.
Artikel Peternak Bisa Titip Jagung di Bulog, Diambil saat Paceklik Bahan Baku Pakan menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Sabtu, (6/11/2026) :
1. Peternak Bisa Titip Jagung di Bulog, Diambil saat Paceklik Bahan Baku Pakan
Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyusun solusi permanen masalah pakan ternak. Ke depan, ada sistem terintegrasi dari petani jagung ke peternak rakyat.
Amran menjelaskan, skema ini memungkinkan petani dalam lingkup binaan kelompok peternak untuk memproduksi jagung. Hasil panen bisa diserap langsung. Ketika jumlahnya berlebih, maka bisa dibeli oleh Perum Bulog.
"Ini tanam jagung, kemudian offtakernya peternak, kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog. Menjadi resi gudang. Begitu masa peceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen,” kata Amran dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Dia menyadari peternak biasanya kesulitan bahan baku pakan menjelang akhir tahun. Maka, sistem resi gudang tadi dinilai mampu menjadi solusi. Di sisi lain, pemerintah dan Perum Bulog serta BUMN Pangan ID Food juga menyalurkan bahan baku pakan dengan harga murah.
Bulog memberikan jagung subsidi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar Rp 5 ribu per kilogram (kg), jauh lebih rendah dari harga komersial sekitar Rp 7.000 - Rp 7.400 per kg. ID Food juga menyalurkan soybean meal (SBM) dengan harga terjangkau.
2. ERIA Usulkan Cadangan Minyak Bersama ASEAN, Berpotensi Pangkas Biaya
Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) mendorong negara-negara ASEAN memperkuat ketahanan energi melalui skema penyimpanan cadangan minyak bersama. Berdasarkan kajian ERIA, kerja sama tersebut berpotensi menekan biaya penyediaan dan pemeliharaan cadangan minyak hingga sekitar 22%.
Senior Energy Economist ERIA, Han Phoumin, menjelaskan gangguan pasokan energi dapat berdampak luas terhadap perekonomian kawasan. Ketergantungan pada impor minyak dan jalur pelayaran strategis membuat negara-negara ASEAN rentan terhadap gejolak harga maupun terhambatnya distribusi energi.
Menurut Han, ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh besarnya cadangan minyak yang dimiliki suatu negara, tetapi juga kemampuannya memperoleh pasokan ketika dibutuhkan.
"Ketahanan energi tidak selalu tentang seberapa banyak minyak yang Anda miliki, atau seberapa banyak minyak yang Anda kuasai, atau seberapa banyak minyak yang Anda produksi. Tetapi ketahanan energi adalah tentang seberapa banyak minyak yang dapat Anda akses ketika hal itu menjadi penting pada saat Anda membutuhkannya,” ujar Han dalam sesi 2nd East Asia Media Caucus di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
3. Dari Bank Digital Favorit hingga Kolaps, Apa yang Salah dengan Ueno Bank Paraguay?
Pertumbuhan pesat bank digital tidak selalu menjamin kondisi keuangan yang sehat. Kasus Ueno Bank Paraguay memperlihatkan bagaimana ekspansi agresif sebuah lembaga keuangan dapat berakhir dengan keruntuhan ketika muncul persoalan tata kelola dan pengawasan.
Dalam waktu kurang dari lima tahun, Ueno berkembang dari perusahaan pembiayaan yang kurang dikenal menjadi salah satu bank digital paling populer di Paraguay.
Setelah memperoleh izin perbankan pada 2023, Ueno gencar menarik nasabah melalui berbagai promosi, termasuk cashback untuk pembelian kebutuhan sehari-hari.
Dikutip dari AP News, Jumat (6/11/2026), ekspansi Ueno Bank juga terlihat dari jaringan yang berkembang menjadi lebih dari 70 lokasi, sponsor tim nasional sepak bola Paraguay, hingga pemasangan merek di stadion utama negara tersebut.
Ueno bahkan mengklaim lebih dari 60 persen penduduk dewasa Paraguay telah menjadi nasabah.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul persoalan serius. Pemeriksaan regulator menemukan dugaan praktik pemberian kredit berisiko kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemilik bank.