Yusril Dorong Pengusutan Bentrokan Maut di Pidie

Pemerintah mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM menyelidiki kasus penembakan dalam bentrokan di Kabupaten Pidie, Aceh.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 06 November 2026, 21:48 WIB
Menko Yusril bicara kasus bentrokan aparat dan warga di Pidie. (foto antara).

Liputan6.com, Jakarta - Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM menyelidiki kasus penembakan dalam bentrokan di Kabupaten Pidie, Aceh.

"Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa ini," kata Yusril dalam konferensi pers terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, di ruang VIP bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).

Yusril menyampaikan kasus peristiwa tersebut bakal terus dilakukan investigasi, dan langkah ini diharapkan bisa mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Karena sampai hari ini, kata dia, meskipun insiden itu disebut penembakan, tetapi masih perlu diketahui apakah benar terjadinya penembakan.

"Lalu, ​apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya. Maka, ini perlu pendalaman dan penyelidikan. Kita maklum korban sudah dimakamkan dan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," kata Yusril, dikutip dari Antara.

Tetapi, menurut dia, tidak menutup sama sekali upaya tersebut untuk mengungkapkan apa fakta yang sebenarnya terjadi. Maka dari itu, Yusril menyampaikan bahwa sudah berkomunikasi dengan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, terkait rencana ke Aceh pada Minggu guna melakukan penyelidikan bersama-sama Komnas HAM Perwakilan Aceh.

Kemudian, kepada Komnas HAM, Yusril berpesan agar dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan Pangdam IM saat menjalankan tugas-tugasnya.

"Kita menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Tapi, ketika berada di lapangan kami berharap tetaplah melakukan koordinasi sesama instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya," kata Yusril.

Dalam kesempatan ini, Yusril menyampaikan bahwa pemerintah mengucapkan belasungkawa terhadap korban meninggal almarhum Abzalul Riza, serta 13 masyarakat yang mengalami luka-luka.

"Kami juga berharap keluarga Abzalul Riza yang wafat maupun keluarga yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit dapat tabah dan sabar menghadapi peristiwa ini," tutur Yusril.

Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri di Desa Pulo Keunari Kabupaten Pidie dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memicu bentrokan dengan masyarakat setempat, Rabu (4/11).

Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada, serta enam personel TNI juga mengalami luka-luka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya