Indonesia Terbitkan Sukuk Global Rp 54,22 Triliun, Ini Besaran Imbal Hasilnya

Kementerian Keuangan menyebutkan penerbitan sukuk global ini mendapatkan respons positif.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 November 2026, 20:40 WIB
Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta. Dok Kemenkeu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia merilis sukuk global senilai US$ 3 miliar atau Rp 54,22 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.070). Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, penerbitan sukuk global itu mendapatkan respons positif dari investor internasional.

Mengutip Antara, Jumat, (6/11/2026), penerbitan sukuk global itu mengalami kelebihan permintaan yang mencapai 3 kali untuk tenor tiga tahun, 2,9 kali untuk tenor lima tahun, serta 2,2 kali untuk tenor 10 tahun. Tingkat kelebihan permintaan mencapai 2,9 kali.

Tingginya permintaan memungkinkan pemerintah melakukan penurunan indikasi harga awal (initial price guidance) dalam proses penawaran.

Kementerian Keuangan menyatakan, transaksi tersebut memanfaatkan kondisi pasar keuangan global yang dinilai kondusif serta sentimen positif usai pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat.

"Tingginya minat investor dari berbagai kawasan mencerminkan kepercayaan yang tetap kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kepercayaan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, pengelolaan fiskal yang prudent, serta kebijakan moneter yang kredibel,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Berdasarkan keterangan resmi DJPPR Kementerian Keuangan, penerbitan sukuk global itu terdiri atas SN11120 senilai US$ 500 juta, SN11131 sebesar US$ 1 miliar dan SN11136 sebesar US$ 1,5 miliar. Selain itu, seri SN11129 memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat imbal hasil 5,45% dan jatuh tempo pada 13 November 2029.

Seri SNI1131 bertenor lima tahun menawarkan imbal hasil 5,85% dengan jatuh tempo pada 13 November 2031.

Adapun seri SNI1136 memiliki tenor 10 tahun dengan imbal hasil 6,25% dan jatuh tempo pada 13 November 2036. Ketiga seri itu memiliki tingkat kupon yang sama dengan imbal hasilnya.

Penetapan harga (pricing) dilakukan pada 6 November 2026. Untuk penyelesaian transaksi dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026.

 

Transaksi ke-6 Sepanjang 2026 di Pasar Keuangan Global

Gedung Kementerian Keuangan. (Dok Kemenkeu)

Penerbitan ini sekaligus menjadi transaksi keenam pemerintah Indonesia di pasar keuangan internasional sepanjang 2026.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan lima kali penerbitan surat utang konvensional dalam mata uang dolar AS, euro, yuan lepas pantai (CNH), yen Jepang, dan yuan China (CNY).

Untuk melaksanakan transaksi sukuk global kali ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan, dan KFH Capital Investment Company bertindak sebagai joint lead managers dan joint bookrunners.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai co-managers.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya