Cegah Banjir Tol Bandara Soetta, AHY Cek Normalisasi Kali Prancis

Menko AHY pantau langsung normalisasi Kali Prancis demi cegah banjir di Tol Sedyatmo yang berisiko lumpuhkan operasional Bandara Soetta.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 06 November 2026, 16:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memantau penanganan banjir di Jalan Tol akses menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/11/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memantau langsung proyek normalisasi Kali Prancis sebagai langkah pencegahan banjir di jalan tol akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Jumat (5/11/2026).

Pendangkalan dasar Kali Prancis beserta anak sungainya diidentifikasi menjadi penyebab utama genangan air yang kerap melumpuhkan Jalan Tol Sedyatmo.

"Kita semua tahu kondisi Sungai Prancis dan anak sungainya sering kali menjadi penyebab banjir. Permasalahan ini terutama sangat kita waspadai pada puncak musim hujan di bulan Januari hingga Februari," tutur Menko AHY.

Banjir di lokasi tersebut sempat melumpuhkan Tol Sedyatmo, khususnya di KM 31 dan KM 33 yang sama sekali tidak dapat dilintasi kendaraan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional Bandara Soekarno-Hatta yang melayani jutaan penumpang. Pada Januari lalu, banjir di akses tol memicu penundaan (delay) penerbangan hingga 20 persen.

"Ada lebih dari 150 penerbangan yang terdampak. Hal ini tentu berpengaruh langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi," tegasnya.

 

Normalisasi dan Pembangunan Kolam Retensi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memantau penanganan banjir di Jalan Tol akses menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/11/2026).

Guna mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi, proses normalisasi Kali Prancis kini tengah dilakukan menggunakan sejumlah unit ekskavator. Namun, AHY menegaskan pengerukan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah secara permanen.

"Upaya normalisasi dilakukan agar kapasitas tampung dan aliran air tetap terjaga. Namun, potensi banjir akan terus berulang jika tidak ada penyelesaian komprehensif lainnya," jelas AHY.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan memperbesar kapasitas sejumlah crossing (perlintasan saluran) dan outlet pembuangan air, serta membangun kolam retensi seluas 3,4 hektare.

"Lokasinya berada di perbatasan DKI Jakarta dan Banten, sehingga membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi lintas daerah yang kuat," tambahnya.

 

Pemkot Tangerang Alokasikan Anggaran Sodetan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memantau penanganan banjir di Jalan Tol akses menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/11/2026).

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan dukungan pemerintah daerah dalam menangani luapan air di kawasan tol tersebut.

Pihaknya telah menyiapkan alokasi dana untuk membangun saluran sodetan pembuangan air dari Tol Soediyatmo menuju Kali Prancis.

"Kami menganggarkan sebesar Rp 9,2 miliar pada Tahun Anggaran 2027 untuk pembangunan sodetan ini. Selebihnya, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah tetangga dan kementerian terkait," ujar Sachrudin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya