Pemilu Paruh Waktu AS: Demokrat Rebut DPR dan Senat

Ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dan tingginya biaya hidup menjadi salah satu persoalan utama yang membayangi pemilu paruh waktu AS kali ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 November 2026, 14:45 WIB
Bendera-bendera Amerika Serikat (AS) terpasang menjelang acara pemantauan hasil pemilu kandidat DPR AS dari Partai Demokrat, Justin J. Pearson, di New Direction Christian Church, Memphis, Tennessee, Selasa (3/11/2026). (Dok. AP Photo/Kevin Wurm)

Liputan6.com, Washington, DC - Pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11/2026) menghasilkan perubahan besar dalam peta politik Washington. Partai Demokrat berhasil merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat dari Partai Republik, sekaligus mencatat kemenangan penting dalam sejumlah pemilihan gubernur.

Associated Press (AP) pada Rabu (4/11) melaporkan bahwa kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres menjadi pukulan besar bagi Partai Republik dan pemerintahan Presiden Donald Trump. Hasil tersebut mengubah keseimbangan kekuasaan di Washington selama dua tahun terakhir masa jabatan kedua Trump.

CBS News melaporkan bahwa Demokrat berhasil memperoleh mayoritas kursi DPR setelah empat tahun lembaga legislatif tersebut dikuasai Republik. Dari 435 kursi yang diperebutkan, sedikitnya 218 kursi diperlukan untuk membentuk mayoritas.

AP mengonfirmasi bahwa Demokrat telah mencapai ambang tersebut pada Rabu dini hari waktu setempat. Namun, jumlah akhir kursi masing-masing partai masih menunggu penyelesaian penghitungan suara di sejumlah distrik.

Kemenangan Demokrat turut menjangkau wilayah yang mendukung Trump dalam pemilihan presiden 2024. AP mencatat partai tersebut berhasil merebut sejumlah kursi DPR di distrik yang sebelumnya dimenangkan Trump dengan selisih suara hingga 18 poin persentase.

Di Iowa, misalnya, Demokrat merebut tiga dari empat kursi DPR yang sebelumnya seluruhnya dikuasai Republik.

Sementara itu, CBS News memproyeksikan Demokrat berhasil memperoleh cukup banyak kursi untuk mengambil alih Senat. Sebelum pemilu, Republik menguasai 53 dari 100 kursi Senat, sedangkan kubu Demokrat memiliki 47 kursi, termasuk dua senator independen yang bersekutu dengan partai tersebut.

Demokrat membutuhkan tambahan bersih sedikitnya empat kursi untuk merebut mayoritas. Meski penguasaan Senat telah dipastikan, jumlah akhir kursi kedua partai masih dapat berubah seiring penyelesaian penghitungan suara.

Demokrat Menang di Sejumlah Basis Republik

AP melaporkan Demokrat berhasil merebut sedikitnya tujuh kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Republik, yakni di Kansas, Iowa, Texas, Ohio, Maine, North Carolina, dan South Carolina.

Salah satu kemenangan bersejarah terjadi di Kansas. Adam Hamilton mengalahkan senator petahana Republik, Roger Marshall, dan menjadi politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator AS dari negara bagian tersebut sejak 1932.

Di Texas, James Talarico berhasil mengalahkan Ken Paxton. Kemenangan itu menjadikannya politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator AS dari Texas sejak 1988, ketika Lloyd Bentsen memenangkan pemilihan untuk masa jabatan terakhirnya.

Kejutan lainnya terjadi di South Carolina, ketika Annie Andrews mengalahkan senator petahana Republik, Darline Graham. Kemenangan tersebut mengakhiri 28 tahun tanpa keberhasilan Demokrat dalam pemilihan Senat di negara bagian itu.

Adapun di Ohio, Sherrod Brown memenangkan persaingan melawan Jon Husted, sementara mantan Gubernur North Carolina Roy Cooper merebut kursi Senat yang ditinggalkan politikus Republik Thom Tillis.

Di Iowa, Josh Turek mengalahkan Ashley Hinson untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan senator Republik Joni Ernst. Kemenangan Turek menjadikannya politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator AS dari Iowa sejak 2008.

AP telah menetapkan Troy Jackson sebagai pemenang pemilihan Senat Maine setelah mengalahkan senator petahana Republik Susan Collins. Kekalahan tersebut mengakhiri upaya Collins mempertahankan kursinya untuk masa jabatan keenam.

Demokrat Rebut Sejumlah Jabatan Gubernur

Gelombang kemenangan Demokrat turut meluas ke pemilihan gubernur yang digelar di 36 negara bagian.

Menurut AP, Demokrat berhasil merebut jabatan gubernur dari Republik di Texas, Georgia, Ohio, dan Iowa. Sebelum pemilu berlangsung, Republik menguasai 26 dari total 50 jabatan gubernur di seluruh AS, sementara Demokrat memegang 24 jabatan.

Di Texas, Gina Hinojosa mengalahkan Gubernur petahana Greg Abbott yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat. Kemenangan tersebut mengakhiri lebih dari tiga dekade kekuasaan Republik atas jabatan gubernur di negara bagian itu.

Hinojosa sekaligus mencetak sejarah sebagai perempuan keturunan Amerika Latin pertama yang terpilih menjadi gubernur Texas.

Sejarah lainnya tercipta di Georgia, ketika mantan Wali Kota Atlanta Keisha Lance Bottoms mengalahkan kandidat Republik Rick Jackson. AP mencatat Bottoms menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur di Amerika Serikat.

Kemenangannya turut mengakhiri penantian Demokrat sejak 1998 untuk kembali menguasai jabatan gubernur Georgia.

Adapun Amy Acton berhasil mengalahkan Vivek Ramaswamy dalam pemilihan gubernur Ohio. Di Iowa, Rob Sand memenangkan persaingan melawan Zach Lahn dan menjadi politikus Demokrat pertama yang terpilih sebagai gubernur negara bagian tersebut sejak 2006.

Rangkaian kemenangan itu memperkuat posisi Demokrat dalam perebutan jabatan gubernur di seluruh AS, meskipun komposisi akhir penguasaan negara bagian masih menunggu hasil sejumlah pemilihan lainnya.

 

Ketidakpuasan terhadap Pemerintahan Trump

Seorang pendukung calon gubernur Wisconsin dari Partai Demokrat Amerika Serikat, David Crowley, menyentuh stiker bertuliskan "I voted" dalam acara pemantauan hasil pemilu di Milwaukee, Selasa (3/11/2026). (Dok. AP Photo/Nam Y. Huh)

Kemenangan Demokrat berlangsung di tengah ketidakpuasan pemilih terhadap kondisi ekonomi dan arah pemerintahan Amerika Serikat.

Berdasarkan survei AP Voter Poll, sekitar tiga perempat pemilih menyatakan marah atau tidak puas terhadap arah perkembangan negara mereka. Proporsi serupa menilai kondisi perekonomian AS kurang baik atau buruk.

Survei tersebut menemukan bahwa sekitar delapan dari sepuluh pemilih mengalami kesulitan keuangan akibat inflasi, baik dalam tingkat sedang maupun berat. Biaya hidup dan dugaan korupsi pemerintahan menjadi dua persoalan yang dianggap sangat menentukan pilihan politik oleh sekitar separuh responden.

AP turut mencatat pergeseran dukungan pemilih muda dan pemilih keturunan Amerika Latin ke Demokrat dibandingkan dengan pemilihan presiden 2024. Perubahan tersebut turut melemahkan basis dukungan yang sebelumnya membantu Trump kembali ke Gedung Putih.

Meski demikian, Trump menolak menganggap hasil pemilu sebagai kekalahan pribadi.

Menurut AP, dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengakui keberhasilan kampanye Demokrat, tetapi menyalahkan kandidat Republik yang kalah. Dia berpendapat hasil tersebut bukan merupakan penolakan terhadap kepemimpinannya.

Kemenangan Demokrat Ubah Keseimbangan Kekuasaan di Washington

Penguasaan kedua kamar Kongres akan memberikan Demokrat pengaruh lebih besar terhadap jalannya pemerintahan AS ketika anggota Kongres terpilih mulai bertugas pada Januari 2027.

CBS News melaporkan bahwa kemenangan Demokrat di DPR berpotensi menghambat agenda legislasi Trump sekaligus membuka jalan bagi peningkatan pengawasan terhadap pemerintahannya.

Di Senat, peralihan mayoritas akan memberikan Demokrat kendali lebih besar atas agenda legislasi dan proses persetujuan pejabat yang diajukan presiden, termasuk anggota kabinet serta hakim federal.

Pemimpin Demokrat di DPR Hakeem Jeffries diperkirakan akan menjadi ketua DPR berikutnya. Jika terpilih oleh para anggota DPR, dia akan mencetak sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Namun, perubahan kekuasaan di Kongres tidak menghilangkan kewenangan Trump sebagai presiden. Dia tetap memiliki hak veto terhadap rancangan undang-undang yang disahkan Kongres, sementara Demokrat masih harus menghadapi berbagai ketentuan prosedural dalam proses legislasi.

Dengan demikian, hasil pemilu paruh waktu 2026 membuka babak baru hubungan antara Gedung Putih dan Kongres. Setelah dua tahun pertama masa jabatan kedua Trump berlangsung di bawah kendali Republik, pemerintahan AS kini bersiap menghadapi Kongres yang dikuasai partai oposisi hingga pemilu berikutnya pada 2028.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya