Jadwal Kereta Berubah, Nasib Kaum Penglaju Terdampak Gapeka 2026

Pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 seiring ada perubahan jadwal menuai respons dari pengguna kereta api jarak jauh.

oleh Arthur GideonArief Rahman HDiterbitkan 04 November 2026, 09:40 WIB
Pola perjalanan hingga jadwal kereta api jarak jauh akan berubah mulai Desember 2026 seiring pemberlakuan Gapeka 2026. (Dok PT KAI)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Pengguna Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) mengeluhkan pergeseran jadwal keberangkatan yang dinilai kurang menguntungkan pekerja harian.

Salah satu penyesuaian yang banyah dikeluhkan pengguna media sosial yakni perubahan jam keberangkatan KA Majapahit relasi Pasarsenen–Malang. Kereta favorit kaum penglaju (PJKA) ini dijadwalkan berangkat lebih awal menjadi pukul 14.15 WIB dari Stasiun Pasarsenen, melompat cukup jauh dari jadwal semula pukul 17.40 WIB.

Keluhan tersebut salah satunya diungkapkan oleh pengguna Threads dengan akun Diablo. Ia menilai pergeseran jam keberangkatan tersebut berpotensi menyulitkan para pekerja di Jakarta yang mengandalkan KA Majapahit untuk pulang ke daerah asal di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Rencana penerapan Gapeka 2026 yang akan mulai dijalankan 1 Desember 2026 cukup membuat resah kaum PJKA yang selama ini mengandalkan KA Majapahit sebagai pilihan moda transportasi untuk pulang dari ibu kota ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur," tulisnya dikutip Rabu, (4/11/2026).

Ia menuturkan, jadwal lama pada pukul 17.40 WIB sangat ideal karena bertepatan dengan jam pulang kantor. "Mimpi buruk pun hadir di 1 Desember 2026 setelah jadwal KA Majapahit bergeser maju ke jam 14.15 dari St. Pasarsenen," keluhnya.

Keluhan mengenai perubahan jadwal perjalanan kereta juga dikeluhkan Adi Cahyanto. Ia mengeluhkan, perubahan jadwal perjalanan kereta, termasuk KA Bengawan relasi Purwosari (PWS)-Pasar Senen (PSE).

 

Perantau Khawatir Terlambat Masuk Kantor

Stasiun Pasar Senen (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Adi pengguna KA Bengawan yang selama ini mengandalkan kereta itu untuk perjalanan menuju Jakarta. Menurut Adi, jadwal kedatangan kereta saat ini masih memungkinkan penumpang mengejar jam masuk kerja. Kereta tiba di Jakarta sekitar pukul 07.34 WIB sehingga pekerja masih memiliki sedikit toleransi apabila mengalami keterlambatan.

"Kereta PSO untuk pekerja saat ini tiba di Jakarta pukul 07.34 WIB. Waktu tersebut masih masuk batas toleransi jika terlambat sedikit," ujar Adi kepada Liputan6.com, Senin (2/11/2026).

Namun, mulai Desember 2026, waktu kedatangan KA Bengawan akan menjadi lebih siang. Adi menyebut kereta tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 08.30 WIB.

"Mulai Desember, kereta tiba pukul 08.30 WIB," katanya.

Perubahan jadwal itu membutuhkan penyesuaian. Sebab, perjalanan penumpang belum selesai begitu kereta tiba di Stasiun Pasar Senen. Penumpang masih harus melanjutkan perjalanan menuju kantor, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan lainnya.

Persoalan ini semakin terasa bagi pekerja perantau yang memiliki pola perjalanan mingguan. Mereka biasanya pulang ke kampung halaman setiap Jumat, kemudian kembali ke Jakarta pada Minggu malam atau Senin pagi menggunakan kereta api jarak jauh agar bisa kembali bekerja.

Dengan jadwal kedatangan yang lebih siang, pekerja harus memperhitungkan kembali waktu perjalanan dan risiko terlambat masuk kantor.

Adi memprediksi perubahan jadwal tersebut bisa membuat sebagian penumpang mempertimbangkan moda transportasi lain.

"Sepertinya akan banyak penumpang yang beralih menggunakan kereta lain atau bus," ujar dia.

Usulan KAI

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Liputan6.com/Arief)

Adapun VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba mengamini keluhan dari kelompok Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA) imbas perubahan jadwal perjalanan. Namun, Anne menegaskan, terdapat KA lainnya dengan relasi yang sama, meski ada sedikit perbedaan waktu perjalanannya.

"Memang kami memahami Grafik Perjalanan Kereta ini pasti tidak bisa memuaskan semua pihak, tetapi kami bisa pastikan bahwa banyak pilihan perjalanan kereta baik itu pagi, siang, dan juga sore dan malam," ungkap Anne dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Pada KA Majapahit relasi Pasarsenen - Malang misalnya yang dikeluhkan karena berubah jadwal keberangkatan dari Stasiun Pasarsenen. Sebelum Gapeka 2026, KA Majapahit terjadwal berangkat 17.40 WIB, waktu yang dinilai ideal pagi kaum penglaju selepas bekerja.

Namun, waktunya maju ke pukul 14.15 WIB setelah penerapan Gapeka 2026. Waktu tersebut dinilai ramah terhadap masyarakat yang biasa menggunakan untuk pulang kampung saat akhir pekan selepas bekerja.

Anne menyarankan pengguna untuk melihat relasi perjalanan dari kota asal ke tujuannya, tanpa melihat nama KA tertentu. Hal ini dipandang bisa memudahkan dalam memilih jadwal yang sesuai.

"Kami sarankan untuk melihat relasi terlebih dahulu, dari mengambil relasi baru kita melihat nama keretanya," ucap dia.

Masih Terima Masukan

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Liputan6.com/Arief)

Anne memastikan KAI tetap menerima masukan dari pelanggan terkait dengan penyesuaian jadwal perjalanan KA terbaru imbas Gapeka 2026.

"Pada saat ini kita sedang melakukan pengembangan-pengembangan layanan baik itu tadi masalah jadwal-jadwal kereta dan ini juga berdasarkan suara pelanggan juga, tetapi kalau masih ada yang harus diperbaiki enggak apa-apa, kritik dan saran itu kami butuhkan supaya nanti kami nanti bisa menyempurnakan eh berbagai kebijakan," jelas dia.

Anne memastikan penambahan perjalanan dan jadwal KA dalam Gapeka 2026 ini menghadirkan pilihan lebih banyak ke calon penggunanya.

"Tetapi dapat kami sampaikan, baik dalam penerapan yang namanya Gapeka ini, tadi kapasitas angkutnya naik. It means ada kereta tambah. So, relasi perjalanan penting sekali kita cek sehingga kita bisa ada alternatif lain di luar dari kereta yang biasanya kita gunakan," ujar dia.

Pola perjalanan hingga jadwal kereta api jarak jauh akan berubah mulai Desember 2026. Perubahan ini merupakan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.

Gapeka 2026 yang berlaku akan melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan KA dan pola perjalanan. Termasuk beberapa tambahan stasiun pemberhentian pada relasi perjalanan tertentu.

“Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan," kata Anne keterangan resmi, dikutip Senin, 2 November 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya