Liputan6.com, Jakarta - Sidang lanjutan mediasi Sarwendah dan Ruben Onsu kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2026). Ruben disebut terlambat hingga mediasi selesai.
Agenda mediasi hari ini adalah tindak lanjut dari penawaran yang diajukan pada mediasi pertama. Pada pertemuan sebelumnya, jam mulai yang disepakati pukul 09.00 sudah lebih dulu molor.
Advertisement
"Namun faktanya, bahwa tim Bang Minola ini tidak disiplin, ya nggak? Tidak menghargai waktu dan komitmen yang sudah di... yang sudah disepakati, ya nggak? Terkait apa? Terkait pelaksanaan waktu mediasi. Ya, waktu mediasi pertama disepakati jam 09.00, pada akhirnya molor, ya nggak?," ujar Jaenudin saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2026).
Soroti Keterlambatan Ruben Onsu saat Mediasi
Untuk pertemuan kali ini, jam mulai diundur menjadi pukul 09.30. Ruben belum juga datang, sehingga mediator memutuskan tetap melanjutkan mediasi pada pukul 10.00.
"Nah sekarang disepakati 09.30, sampai sekarang pun beliau belum hadir. Oleh karenanya, mediator tadi menegaskan, jam 10.00 tetap dilanjutkan, ya, tidak ada sidang tunda, apa mediasi tunda, tunda-menunda ya," katanya.
"Yang jelas kita harus berkomitmen menghargai waktu, karena hakim mediasi- mediator juga bukan pengangguran, ya nggak? Banyak pekerjaan kita juga gitu lho," sambungnya.
Kuasa Hukum Sarwendah Kecewa dengan Tim Ruben Onsu
Jaenudin menyebut pihaknya sudah berada di lokasi sebelum jam yang disepakati. Menurutnya, keterlambatan pihak Ruben sudah terjadi dua kali.
"Kalau komitmennya jam 09.30, ya 09.30 hadir. Malah kita sebelum itu sudah hadir gitu lho, karena kita menghargai beliau. Tapi sudah dua kali sidang ini selalu telat. Bahkan sampai sekarang mediasi sudah selesai, juga tidak ada penampakan, ya nggak?" ungkapnya.
Selain soal waktu, Jaenudin menyayangkan sulitnya berkomunikasi dengan tim Ruben. Perwakilan yang hadir juga berbeda dari yang ada di grup komunikasi, sehingga terjadi salah paham.
"Dan terus juga timnya berbeda lagi, tidak ada yang ada dalam grup, gitu lho. Itu yang sangat kita sayangkan gitu lho. Harusnya saling menghargai," pungkasnya.