Lapangan Maha Mulai Produksi, Pasokan Gas Nasional Bertambah

Lapangan Maha terletak di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 03 November 2026, 14:17 WIB
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Searah berhasil mencatatkan produksi gas perdana (first gas) dari Proyek Pengembangan Lapangan Maha (Maha Field Development Project) di Wilayah Kerja West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, pada Jumat (30/10/2026).

Produksi gas dari lapangan tersebut ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Capaian ini diharapkan dapat memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.

CEO Searah Muara Bakau, Mirko Araldi, mengatakan bahwa first gas dari Lapangan Maha merupakan tonggak penting, baik bagi perusahaan maupun bagi industri energi Indonesia. Capaian ini mencerminkan dedikasi, keahlian teknis, dan komitmen seluruh tim, serta kolaborasi yang kuat dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.

“Keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam yang kompleks secara aman dan tepat waktu membuktikan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan eksekusi yang unggul. Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Mirko Araldi di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Lapangan Maha terletak di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik.

Keberhasilan pencapaian first gas ini menjadi tonggak penting (milestone) dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) Indonesia, sekaligus semakin memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

First gas dicapai pada 30 Oktober 2026, menyusul rampungnya instalasi fasilitas bawah laut (subsea facilities) pada awal tahun ini.

Proyek Pengembangan Lapangan Maha terdiri atas dua sumur produksi bawah laut (subsea production wells) yang terhubung ke fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel (flexible pipelines) dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.

Maha merupakan salah satu komponen utama dalam strategi pengembangan South Production Hub Searah, bersama Lapangan Gendalo dan Gandang.

Pengembangan ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pengolahan gas yang tersedia di FPU Jangkrik.

Total produksi South Hub

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Dengan tambahan produksi dari Maha dan pengembangan lapangan lainnya, total produksi South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi plateau sekitar 750 MMSCFD.

Produksi baru ini semakin memperkuat portofolio pengembangan hulu migas Searah di Indonesia, melengkapi proyek South Hub dan North Hub yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

Proyek-proyek ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi dan keberlanjutan pasokan gas nasional, memenuhi kebutuhan energi domestik, serta berkontribusi pada pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya