ASN di Ilaga Ditikam OTK, Polisi Selidiki Dugaan KKB

Polisi menduga terdapat lima orang yang terlibat dalam aksi tersebut.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 03 November 2026, 05:19 WIB
Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) menjadi korban penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Polisi mendalami dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam penyerangan yang terjadi pada Minggu, 1 November 2026 sore tersebut.

Peristiwa itu terjadi di depan Bengkel Mandiri Utama, Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni, sekitar pukul 16.00 WIT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan insiden bermula saat korban tengah duduk di atas sepeda motornya. Tiba-tiba, pelaku menyerang korban dari arah belakang menggunakan senjata tajam.

“Secara tiba-tiba, korban diduga diserang dari arah belakang menggunakan senjata tajam berupa pisau yang ditusukkan pada bagian leher hingga menembus ke bagian depan,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

“Setelah melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni,” sambungnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga terdapat lima orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Tiga orang di antaranya bertugas mengawasi situasi, sedangkan dua lainnya melakukan penikaman. Identitas para pelaku masih dalam proses penyelidikan.

Usai ditikam, korban berteriak meminta pertolongan hingga mengundang perhatian warga sekitar. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penikaman dari arah belakang. Saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya,” jelas Yusuf.

Namun, karena keterbatasan fasilitas medis di RSUD Ilaga, korban harus dievakuasi ke RSUD Timika pada Senin (2/11/2026). Tim medis juga memasangkan alat bidai untuk membatasi pergerakan yang berpotensi memperparah luka.

Selanjutnya, korban direncanakan dirujuk ke Makassar menggunakan pesawat guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

 

Penyisiran Satgas Damai Cartenz

Sementara itu, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak melakukan penyisiran di sekitar lokasi penyerangan. Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Barang bukti yang diamankan berupa satu jaket berwarna biru navy, satu celana jeans berwarna biru navy, dan satu baju berwarna hitam milik korban. Polisi juga mengidentifikasi sebilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang diduga digunakan untuk menikam korban.

“Pisau tersebut masih tertancap di tubuh korban dan belum dapat diamankan karena harus menunggu tindakan medis. Sementara itu, barang-barang milik korban telah dicatat untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut,” kata dia.

Polisi juga mendalami dugaan bahwa penikaman tersebut berkaitan dengan aksi balas dendam atas penangkapan salah satu anggota KKB yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya