Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian pekerja di Jakarta, akhir pekan bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Ada yang memanfaatkannya untuk pulang ke kampung halaman, bertemu keluarga, lalu kembali ke ibu kota pada Senin pagi demi menjalani rutinitas pekerjaan.
Kereta api jarak jauh menjadi salah satu transportasi andalan mereka. Selain menawarkan tarif yang relatif terjangkau, perjalanan menggunakan kereta juga memungkinkan pekerja mengatur waktu pulang-pergi tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Advertisement
Namun, rutinitas tersebut berpotensi berubah mulai Desember 2026. Penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) terbaru membawa perubahan jadwal perjalanan sejumlah kereta, termasuk KA Bengawan relasi Purwosari (PWS)-Pasar Senen (PSE).
Bagi penumpang yang mengandalkan kereta tersebut untuk kembali bekerja pada Senin pagi, perubahan waktu kedatangan menjadi persoalan tersendiri.
Salah satunya dirasakan Adi Cahyanto, pengguna KA Bengawan yang selama ini mengandalkan kereta tersebut untuk perjalanan menuju Jakarta.
Menurut Adi, jadwal kedatangan kereta saat ini masih memungkinkan penumpang mengejar jam masuk kerja. Kereta tiba di Jakarta sekitar pukul 07.34 WIB sehingga pekerja masih memiliki sedikit toleransi apabila mengalami keterlambatan.
"Kereta PSO untuk pekerja saat ini tiba di Jakarta pukul 07.34 WIB. Waktu tersebut masih masuk batas toleransi jika terlambat sedikit," ujar Adi kepada Liputan6.com, Senin (2/11/2026).
Namun, mulai Desember 2026, waktu kedatangan KA Bengawan akan menjadi lebih siang. Adi menyebut kereta tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 08.30 WIB.
"Mulai Desember, kereta tiba pukul 08.30 WIB," katanya.
Perubahan jadwal tersebut tentu membutuhkan penyesuaian. Sebab, perjalanan penumpang belum selesai begitu kereta tiba di Stasiun Pasar Senen. Mereka masih harus melanjutkan perjalanan menuju kantor, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan lainnya.
Persoalan ini semakin terasa bagi pekerja perantau yang memiliki pola perjalanan mingguan. Mereka biasanya pulang ke kampung halaman setiap Jumat, kemudian kembali ke Jakarta pada Minggu malam atau Senin pagi menggunakan kereta api jarak jauh agar bisa kembali bekerja.
Dengan jadwal kedatangan yang lebih siang, pekerja harus memperhitungkan kembali waktu perjalanan dan risiko terlambat masuk kantor.
Adi memperkirakan perubahan jadwal tersebut bisa membuat sebagian penumpang mempertimbangkan moda transportasi lain.
"Sepertinya akan banyak penumpang yang beralih menggunakan kereta lain atau bus," ungkapnya.
Meski demikian, Adi sendiri belum memutuskan apakah akan tetap menggunakan KA Bengawan atau mencari alternatif perjalanan lain.
Keluhan Pekerja Komuter Bermunculan di Media Sosial
Keresahan mengenai perubahan jadwal KA Bengawan juga muncul di media sosial. Salah satunya disampaikan akun Threads @pepi_marinta yang mempertanyakan perubahan waktu kedatangan kereta ke Stasiun Pasar Senen.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyampaikan keberatan karena jadwal kedatangan yang lebih siang dinilai menyulitkan pekerja dengan jam masuk kantor pukul 08.00 WIB.
"Dear @kai121_ kenapa kereta kesayangan kami kaum mendang mending jadi lebih siang sampai ps senennya? Bagaimana nasib kami para pejuang receh yang harus masuk kerja jam 08.00, dan kalau terlambat akan dipotong uang keterlambatan?"
Pemilik akun tersebut juga berharap jadwal perjalanan kereta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerja.
"Tidak bisakah jamnya lebih merakyat untuk kami para pekerja?"
Keluhan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan jadwal kereta bukan sekadar persoalan waktu perjalanan. Bagi pekerja dengan penghasilan terbatas, keterlambatan bisa berdampak langsung terhadap pendapatan apabila perusahaan menerapkan pemotongan uang keterlambatan.
Terlebih bagi pekerja perantau yang rutin melakukan perjalanan pulang-pergi antarkota setiap pekan. Mereka harus memperhitungkan waktu perjalanan, biaya transportasi, hingga risiko terlambat kembali bekerja pada awal pekan.
Perbandingan Jadwal KA Bengawan Gapeka 2025 dan 2026
1. Relasi Purwosari–Pasar Senen (Solo–Jakarta)
Gapeka 2025:
- Nomor kereta: KA Bengawan (281)
- Berangkat dari Purwosari pukul 22.45 WIB.
- Tiba di Pasar Senen pukul 07.34 WIB.
- Durasi perjalanan 8 jam 49 menit.
- Tarif Rp 74.000.
Gapeka 2026:
- Nomor kereta: KA Bengawan (315).
- Berangkat dari Purwosari pukul 23.35 WIB.
- Tiba di Pasar Senen pukul 08.20 WIB.
- Durasi perjalanan 8 jam 45 menit.
- Tarif Rp 74.000.
Perubahannya:
- Waktu keberangkatan mundur 50 menit.
- Waktu kedatangan mundur 46 menit.
- Durasi perjalanan lebih cepat 4 menit.
- Tarif tidak berubah.
2. Relasi Pasar Senen–Purwosari (Jakarta–Solo)
Gapeka 2025:
- Nomor kereta: KA Bengawan (282).
- Berangkat dari Pasar Senen pukul 08.55 WIB.
- Tiba di Purwosari pukul 18.05 WIB.
- Durasi perjalanan 9 jam 10 menit.
- Tarif Rp 74.000.
Gapeka 2026:
- Nomor kereta: KA Bengawan (316).
- Berangkat dari Pasar Senen pukul 09.15 WIB.
- Tiba di Purwosari pukul 18.44 WIB.
- Durasi perjalanan 9 jam 29 menit.
- Tarif Rp 74.000.
Perubahannya:
Waktu keberangkatan mundur 20 menit.
Waktu kedatangan mundur 39 menit.
Durasi perjalanan bertambah 19 menit.
Tarif tidak berubah.