Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI hingga 30 Oktober 2026. Total dana yang dihimpun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) mencapai Rp 2,16 triliun.
"Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” demikian mengutip keterangan resmi BEI, Senin, (2/11/2026).
Advertisement
Adapun klasifikasi aset perusahaan yang kini berada dalam pipeline merujuk pada POJK/Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain satu perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar), lima perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar), dan tiga perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar).
Rincian sektor saham dari perusahaan yang akan gelar IPO antara lain dua perusahaan dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor keuangan, empat perusahaan dari sektor perawatan kesehatan.
Selain itu, BEI juga menyebutkan telah diterbitkan 156 emisi dari 67 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Dana yang dihimpun dari penerbitan EBUS itu sebesar Rp 157,73 triliun.
Hingga 30 Oktober 2026 terdapat 27 emisi dari 17 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline. Adapun klasifikasi sektornya antara lain tiga perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor energi, tiga perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor industri. Selain itu, lima perusahaan dari sektor infrastruktur, satu perusahaan dari sektor properti dan real estate, dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Selain itu untuk rights issue, per 30 Oktober 2026 telah terdapat 16 perusahaan tercatat yang menerbitkan rights issue. Total dana yang dihimpun Rp 37,35 triliun. Adapun masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue yakni satu perusahaan dari sektor properti dan real estate.
BEI Siapkan Rp 2 Triliun untuk Pengembangan Bursa
Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dana cadangan operasional dan pengembangan sebesar Rp 2 triliun. Penggunaan dana tersebut resmi mengantongi persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (28/10/2026).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan, persetujuan penggunaan saldo laba ditahan tersebut merupakan salah satu dari tiga agenda utama yang disepakati dalam rapat.
"Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan sesuai laporan keuangan auditan per 30 Juni 2026, setelah RKAT 2027 dan anggaran dasar disetujui OJK. Dana sebesar Rp 2 triliun ini dialokasikan sebagai cadangan operasional dan pengembangan perseroan sesuai ketentuan POJK," ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB BEI, Rabu (28/10/2026).
Selain menetapkan dana cadangan, RUPSLB juga merestui pembagian dividen tunai khusus kepada pemegang saham yang berhak dengan total nilai mencapai Rp 1,564 triliun.
Jeffrey menjelaskan, rangkaian keputusan ini beriringan dengan pembahasan perubahan anggaran dasar perseroan dalam rangka demutualisasi bursa, sekaligus pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BEI Tahun Buku 2027.
Perkuat Pengembangan Pasar Modal
Di tengah dinamika pasar modal sepanjang 2026, BEI berkomitmen terus memperkuat kualitas pasar, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.
Jeffrey menambahkan, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan pasar modal, telah meluncurkan berbagai inisiatif strategis demi meningkatkan kualitas perdagangan dan perlindungan investor.
Inisiatif tersebut mencakup penyempurnaan metodologi high shareholder concentration (HSC), penerbitan aturan baru papan pemantauan khusus, hingga pengetatan regulasi pencatatan saham melalui Peraturan I-A.
Dari sisi likuiditas dan mekanisme perdagangan, BEI turut menyempurnakan program liquidity provider, menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1, serta meluncurkan fitur intraday short selling secara bertahap. "Kami juga telah meluncurkan IDX Green Equity Designation yang saat ini telah diberikan kepada tiga perusahaan tercatat," pungkasnya.