Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang teknologi, energi, infrastruktur digital, dan transportasi melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Kerja sama tersebut melibatkan kementerian, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan, dan ekosistem BUMN untuk mempercepat pengembangan teknologi serta hilirisasi hasil riset di Indonesia.
Sejumlah kesepakatan mencakup pengembangan pusat data, ekosistem motor listrik nasional, biodiesel, hingga riset fitofarmaka berbasis kratom.
Advertisement
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan penandatanganan kerja sama menjadi awal dari proses kolaborasi yang harus berlanjut hingga implementasi.
"Untuk itu, Danantara Indonesia ingin meneruskan semangat Sumpah Pemuda dengan mempertemukan berbagai gagasan, keahlian, dan sumber daya untuk bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju,” ujar Sigit di Jakarta, dikutip Senin, (2/11/2026).
Salah satu kesepakatan strategis melibatkan Telkom Indonesia dan PLN untuk menyelaraskan pengembangan pusat data dengan kesiapan pasokan listrik. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan ekspansi kapasitas data center berjalan seiring dengan ketersediaan energi.
Di sektor transportasi, LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas). Kerja sama tersebut mencakup infrastruktur, penyediaan energi, hingga penerapan kendaraan listrik.
Sementara itu, Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma menandatangani Heads of Agreement untuk rencana pembangunan serta pengoperasian fasilitas produksi biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) di Indragiri Hilir, Riau.
Danantara juga memperkuat kolaborasi riset nasional melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Danantara Gandeng BRIN
Selain itu, Danantara menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset, akademik, dan industri. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendekatkan hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha agar inovasi dapat dikomersialkan.
Di bidang kesehatan, Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific untuk memperkuat teknologi ilmu hayati dan kapabilitas industri kesehatan nasional.
Sigit mengatakan pengembangan teknologi dan industri menjadi bagian dari tiga tahapan utama yang dirancang dalam DTIIF 2026, yakni Imagine, Advance, dan Build.
“Ketiga tahap ini, dari frontier teknologi, kemajuan teknologi, sampai industri yang berkelanjutan, menjadi topik, tujuan, sekaligus fokus kami di Danantara,” kata Sigit.
DTIIF 2026 menghadirkan 274 pembicara dan moderator melalui tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching. Forum tersebut juga membahas enam sektor strategis, meliputi energi, infrastruktur digital, pertanian dan pangan, kesehatan, material maju dan semikonduktor, keuangan, serta transportasi dan infrastruktur.
Dua sesi Distinguished Lecture menghadirkan peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent yang membahas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Ke depan, Danantara Indonesia akan mengawal seluruh kesepakatan DTIIF 2026 hingga tahap implementasi untuk memperkuat kapabilitas teknologi dan daya saing industri nasional.
Agenda kolaborasi tersebut akan berlanjut melalui penyelenggaraan perdana New Asia Forum pada 3–4 Desember 2026 di Bali untuk memperluas kemitraan dan investasi Danantara di kawasan Asia.