Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) Christine Lagarde akan mengundurkan diri sembilan bulan lebih cepat. Pengunduran diri Lagarde ini mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan mengenai masa depannya.
Mengutip the Guardian, Kamis, (29/10/2026), Bank Sentral Eropa mengumumkan pada Kamis pagi waktu setempat, Lagarde akan melepas jabatannya sebagai Presiden ECB pada 7 Februari 2027. Masa jabatannya sedianya berlangsung hingga akhir Oktober 2027.
Advertisement
Dewan gubernur ECB menyampaikan terima kasih yang hangat kepada Lagarde dan memberikan tepuk tangan meriah saat mereka bertemu untuk menetapkan suku bunga di seluruh zona euro.
Dalam sebuah pesan video di media sosial, Lagarde mengungkapkan merupakan suatu kebanggaan besar dan kehormatan luar biasa bisa bertugas di ECB.
“Saya merasa meninggalkan institusi ini dengan keyakinan bahwa tugas telah diselesaikan dengan baik, dan ECB kini siap menghadapi masa depan,” ia menambahkan.
Lagarde disebut-sebut sebagai kandidat untuk memimpin World Economic Forum (WEF), organisasi yang menggelar pertemuan tahunan di Davos setiap bulan Januari. Pendiri WEF, Klaus Schwab, mengundurkan diri tahun lalu setelah dituduh melakukan pelanggaran keuangan dan etika tuduhan yang ia bantah.
Keputusan Lagarde untuk mundur lebih awal memicu persaingan untuk mencari penggantinya sebagai pimpinan ECB, di tengah kondisi zona euro yang sedang berjuang menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lemah serta inflasi yang berada di atas target.
Beberapa kandidat potensial antara lain mantan gubernur bank sentral Belanda Klaas Knot, bankir asal Spanyol Pablo Hernández de Cos, gubernur bank sentral Jerman Joachim Nagel, serta Nadia Calviño, presiden Bank Investasi Eropa (European Investment Bank).
ECB Mempertahankan Suku Bunga
Dewan Eropa memiliki wewenang untuk menunjuk pimpinan ECB, lembaga yang menetapkan kebijakan moneter di seluruh zona euro. Pada Kamis, ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, tetapi memperingatkan kenaikan biaya energi menghadirkan risiko kenaikan terhadap prospek inflasi, sekaligus risiko penurunan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan pada Kamis proses pergantian kepemimpinan di Bank Sentral Eropa harus dipersiapkan secara “teratur dan seimbang” bersama mitra-mitra Eropa lainnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lagarde atas kinerjanya selama menjabat di ECB. Ekonom bank Berenberg, Holger Schmieding mengatakan, Uni Eropa berupaya untuk setidaknya sedikit membentengi diri dari risiko tokoh sayap kanan Marine Le Pen mungkin memenangkan pemilihan presiden Prancis pada April/Mei 2027.
“Pengganti Lagarde akan ditunjuk saat Emmanuel Macron seorang tokoh sentris yang sangat pro-Eropa masih menempati Istana Élysée. Ia merupakan lawan politik jangka panjang bagi Le Pen,” ujar dia.