4 November 1960: Penemuan Jane Goodall Ubah Pandangan Dunia soal Kecerdasan Simpanse

Penemuan tanggal 4 November 1960 ini memberikan wawasan tentang kecerdasan hewan, terutama simpanse.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 04 November 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Simpanse. (Photo: Satya deep/Unsplash)

Liputan6.com, Dodoma - Dalam sebuah penemuan revolusioner dalam sejarah dunia, primatolog Jane Goodall menyaksikan seekor simpanse sedang membuat dan menggunakan alat, suatu kemampuan yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki oleh manusia pada 4 November 1960.

Dikutip dari History.com, Rabu (4/11/2026), pada saat pengamatan tersebut, primatolog Goodall asal Inggris berusia 26 tahun ini sedang melakukan penelitian di Taman Nasional Gombe Stream di Tanzania Utara, di mana ia mengamati secara teliti sekitar 150 ekor simpanse di habitat alaminya.

Ia melihat salah satu simpanse yang ia beri nama David Greybeard menggunakan alat dengan mengupas daun dari sebatang jerami, lalu memasukkannya ke dalam sarang rayap untuk mengambil serangga tersebut.

"Di dekat sarang rayap ada dua ekor simpanse yang keduanya jantan," tulisnya dalam buku catatan lapangannya, menggambarkan pemandangan tersebut. "Saya bisa melihat dengan lebih jelas cara penggunaan potongan jerami itu. Jerami dipegang dengan tangan kiri, ditusukkan ke tanah, lalu ditarik kembali dalam keadaan penuh rayap. Jerami itu kemudian diangkat ke mulut, dan serangga-serangga itu diambil dengan bibir, sepanjang batang jerami, dimulai dari tengah."

Setelah menerima telegram mengenai penemuan tersebut, atasan Goodall seorang paleoantropolog terkemuka Louis Seymour Bazett Leakey menanggapi, "Kini kita harus mendefinisikan ulang istilah 'alat,' mendefinisikan ulang 'manusia,' atau mengakui simpanse sebagai manusia."

Penemuan penting ini, bersama dengan dokumentasi mendalam Goodall tentang kemampuan kognitif dan kapasitas pemecahan masalah simpanse, menghancurkan asumsi-asumsi yang telah lama diyakini tentang kecerdasan hewan.

Penelitian-penelitian selanjutnya juga mengungkapkan bahwa simpanse mengambil air dengan daun untuk minum dan membersihkan diri, serta memecahkan kacang dengan batu, di antara berbagai penggunaan alat lainnya.

Penelitian lapangan awal Goodall telah memicu terbitnya lebih dari 200 makalah ilmiah tentang simpanse di Gombe, yang mengungkapkan penemuan-penemuan penting tentang primata tersebut, termasuk kemampuan mereka untuk berempati, terbentuknya ikatan ibu-anak, pola makan omnivora mereka dan bahkan keterlibatan mereka dalam "perang."

Goodall meraih gelar Ph.D dari Universitas Cambridge pada tahun 1965 dan melanjutkan penelitian dan kegiatan konservasi di Gombe selama beberapa dekade, kemudian lewat Jane Goodall Institute yang didirikan pada tahun 1977. Ia juga menulis sejumlah buku dan artikel tentang karyanya, termasuk In the Shadow of Man, yang terbit pada tahun 1971.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya