Airlangga: Tarif Ekspor RI ke AS 10%, Tinggal Bahas Excess Capacity

Pemerintah hampir merampungkan perjanjian ART dengan AS. Perdagangan RI-AS capai US$ 32,34 miliar pada Januari-Agustus 2026, naik 12%.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 27 Oktober 2026, 20:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Rakornas TPKAD, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia hampir merampungkan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Saat ini pembahasan tinggal menyisakan topik terkait excess capacity atau kelebihan kapasitas produksi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perdagangan Indonesia–Amerika Serikat mencapai US$ 32,34 miliar pada Januari–Agustus 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, nilai investasi Amerika Serikat di Indonesia mencapai US$ 3,4 miliar.

“Perjanjian ART sudah hampir kita selesaikan semua, dan produk padat karya Indonesia mendapat tarif 10%. Tinggal kita mendiskusikan mengenai excess capacity,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Airlangga menjelaskan, pemerintah masih menunggu respons dari Amerika Serikat untuk menyelesaikan pembahasan perjanjian tersebut. Ia belum menetapkan target waktu pasti untuk penandatanganan final ART.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari 11 sektor usaha—termasuk digital, kedirgantaraan, manufaktur, kesehatan, dan produk konsumen—turut menyampaikan berbagai kendala operasional yang mereka hadapi di Indonesia.

Terkait pergerakan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp 18.160 per dolar AS, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau dinamika pasar tersebut.

“Kita monitor saja dulu, ya,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, kondisi depresiasi rupiah di satu sisi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global.

“Kalau untuk ekspor, ini kan bisa menambah daya saing,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya