Bukalapak Perkuat UMKM Lewat Program Pujaan Volume 5

Bukalapak menggelar Pujaan Volume 5 untuk memperkuat pendampingan UMKM melalui peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 27 Oktober 2026, 15:20 WIB
Direktur Utama Bukalapak Natalia Firmansyah. Bukalapak menggelar acara Pujaan Volume 5 di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Bukalapak memperkuat pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Pelaku Usaha Jagoan Cari Cuan (Pujaan) Volume 5. Program ini tidak hanya memberikan apresiasi kepada pelaku usaha, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran untuk meningkatkan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan bisnis.

Direktur Utama Bukalapak Natalia Firmansyah mengatakan, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar modal untuk mengembangkan bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

“Bagi kami, Pujaan bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan modal usaha. Pujaan adalah bagian dari komitmen kami untuk membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha agar dapat terus belajar, berkembang, dan menemukan peluang baru,” kata Natalia dalam acara Pujaan Volume 5 di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, Bukalapak memperluas jangkauan program untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha. Peserta mencakup UMKM melalui Mitra Bukalapak hingga pelaku usaha di ekosistem gim melalui Itemku.

Natalia menilai, pendampingan dan akses terhadap pengetahuan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas serta mengembangkan skala bisnis. Karena itu, Pujaan juga menghadirkan ruang pembelajaran mengenai pengelolaan keuangan, keamanan finansial digital, dan pemahaman investasi.

“Pelaku UMKM dituntut untuk mampu mengelola keuangan sekaligus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan serta perilaku konsumen di era digital,” ujarnya.

Natalia juga mengungkapkan bahwa dua dari enam finalis Pujaan Volume 5 terdampak kebakaran hutan dan lahan. Meski menghadapi keterbatasan, para finalis tersebut tetap menunjukkan tekad untuk mengembangkan usaha mereka. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat memperluas akses teknologi serta pasar bagi UMKM.

 

Kemendag Dorong Digitalisasi UMKM

Bukalapak menggelar acara Pujaan Volume 5 di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi penyelenggaraan Pujaan karena dinilai mendukung digitalisasi usaha dan membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kementerian Perdagangan mencatat, sebanyak 6.870 pasar telah terhubung dengan sistem pembayaran daring pada 2025. Selain itu, sebanyak 337.729 pedagang pasar telah menjalani digitalisasi.

“Harapannya ke depan kami akan lebih erat lagi bekerja sama dengan Bukalapak agar bukan hanya sosialisasi, tetapi proses digitalisasi di lapangan ini bisa semakin mudah untuk Bapak-Ibu sekalian,” kata Roro.

Menurut Roro, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik dan kewaspadaan terhadap risiko transaksi daring. Pelaku usaha juga perlu memahami hak konsumen serta mekanisme pengaduan apabila terjadi masalah dalam transaksi.

“Ketika kita berdagang secara digital, kita juga harus tahu bagaimana untuk membela diri kita sendiri,” ujarnya.

Roro menambahkan, pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama agar manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan lebih luas. Ia berharap digitalisasi tidak membuat pelaku usaha yang belum terbiasa menggunakan teknologi semakin tertinggal.

 

Ekonomi Digital Buka Peluang Usaha Baru

Bukalapak menggelar acara Pujaan Volume 5 di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan, perkembangan ekonomi digital membuka peluang bagi UMKM di berbagai sektor, mulai dari perdagangan elektronik, industri kreatif digital, pengembangan konten, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.

Menurut Neil, pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan produk maupun layanan yang lebih kompetitif.

“Peluang ekonomi di area digital saat ini semakin terbuka luas dan mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan digital, industri kreatif digital, pengembangan konten, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan,” kata Neil.

Ia menekankan bahwa pelaku UMKM tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Pemanfaatan teknologi harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

“Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuntungan secara lebih produktif, memperluas skala usaha, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Neil juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha. Ia berharap Pujaan Volume 5 menjadi momentum bagi UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di tengah transformasi digital.

Melalui Pujaan Volume 5, Bukalapak bersama pemerintah mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga memanfaatkan peluang ekonomi digital untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya