Pendapatan Bukalapak Melesat Rp 5,6 Triliun

Pendapatan Bukalapak tumbuh 19% jadi Rp 5,6 triliun, ditopang ekspansi segmen Gaming dan perbaikan profitabilitas.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 19:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun pada kuartal ketiga 2026, konsisten dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara akumulatif, pendapatan Perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 5,6 triliun, tumbuh 19% dari Rp 4,7 triliun periode sama tahun lalu.

Perkembangan ini sejalan dengan kenaikan laba kotor (gross profit) menjadi Rp 158 miliar pada kuartal ketiga 2026, naik dari Rp 123 miliar pada periode sama tahun lalu. Kenaikan biaya penjualan dan pemasaran (S&M) menjadi Rp 71 miliar naik dari Rp 49 miliar dialokasikan untuk strategi ekspansi segmen Gaming ke pasar baru.

Selama sembilan bulan pertama 2026, laba kotor terakumulasi Rp 459 miliar, naik dibandingkan Rp 376 miliar pada periode sama tahun lalu, dengan biaya S&M sebesar Rp 201 miliar, naik dari Rp 149 miliar. Secara nominal, pertumbuhan laba kotor berhasil melampaui kenaikan biaya pemasaran tersebut, sehingga investasi pemasaran tidak hanya tertutupi sepenuhnya, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap posisi laba-rugi Perseroan.

Bukalapak turut mencatatkan EBITDA yang Disesuaikan (Adjusted EBITDA) positif sebesar Rp 1 miliar pada kuartal III-2026, membaik dari posisi negatif Rp 18 miliar periode sama pada tahun lalu. Capaian ini melanjutkan tren positif sejak awal tahun.

Selama sembilan bulan pertama, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp 11 miliar, atau naik Rp 64 miliar dibandingkan posisi negatif Rp 53 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal III-2026, segmen Gaming dan Mitra Bukalapak menyumbang laba kotor terbesar, disusul oleh segmen Retail dan Investment.

Kinerja Per Segmen Usaha

 

Segmen Gaming

Mengoperasikan gaming marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming, segmen ini membukukan pendapatan stabil sebesar Rp 1,4 triliun pada 3Q26. Kualitas profitabilitas meningkat seiring pengembangan lini produk yang lebih menguntungkan, terlihat dari kenaikan laba kotor 3Q26 menjadi Rp 65 miliar dari Rp 49 miliar pada 3Q25.

Secara kumulatif 9M26, pendapatan naik 27% YoY menjadi Rp 4,9 triliun dari Rp 3,9 triliun, sementara laba kotor melonjak ke Rp 193 miliar dari Rp 144 miliar pada 9M25. Adjusted EBITDA melonjak 111% YoY menjadi Rp 11 miliar pada 3Q26 dan naik 50% menjadi Rp 48 miliar pada 9M26 seiring ekspansi internasional ke pasar baru.

Mitra Bukalapak 

Berfokus memberdayakan UMKM melalui produk digital dan layanan keuangan, segmen ini mencatatkan pendapatan Rp 160 miliar pada 3Q26 (turun 6% YoY) dan Rp 487 miliar pada 9M26 (turun 21% YoY). Meskipun pendapatan nominal merosot akibat pergeseran model bisnis dari first-party (1P) ke third-party (3P), profitabilitas justru meningkat berkat fokus pada produk bermargin lebih tinggi.

Laba kotor 3Q26 naik menjadi Rp 42 miliar dari Rp 36 miliar pada 3Q25, dan laba kotor 9M26 mencapai Rp 117 miliar dari Rp 109 miliar pada 9M25. Efisiensi ini mendorong Adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp5 miliar pada 3Q26 dan mencapai Rp 11 miliar pada 9M26.

Segmen Investment (BMoney)

Melanjutkan pertumbuhan solid didorong kenaikan transaksi investor high-net-worth. Pada 3Q26, pendapatan melonjak 34% YoY menjadi Rp 24 miliar dengan laba kotor bernilai sama sebesar Rp 24 miliar. Untuk akumulasi 9M26, pendapatan melesat 54% YoY menjadi Rp 69 miliar dengan laba kotor setara Rp 69 miliar.

Adjusted EBITDA pada 3Q26 terjaga di angka negatif Rp 1 miliar, sedangkan secara kumulatif 9M26 membaik menjadi negatif Rp 2 miliar dari sebelumnya negatif Rp 6 miliar pada 9M25.

Segmen Retail

Membukukan pendapatan Rp 70 miliar pada 3Q26, naik 6% YoY dari Rp 66 miliar pada 3Q25. Laba kotor naik menjadi Rp 29 miliar di 3Q26 dari Rp 25 miliar di 3Q25, sementara Adjusted EBITDA membaik ke negatif Rp 1 miliar dari negatif Rp 6 miliar pada 3Q25.

Secara kumulatif 9M26, pendapatan berada di angka Rp 209 miliar (turun 8% dari Rp 228 miliar pada 9M25), laba kotor tercatat Rp 85 miliar (dari Rp94 miliar pada 9M25), dan Adjusted EBITDA tercatat negatif Rp 8 miliar (dari negatif Rp 4 miliar pada 9M25).

 

Posisi Kas dan Prospek Usaha

 

Dengan posisi kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 16,8 triliun per akhir September 2026, Bukalapak memiliki fleksibilitas finansial yang kuat untuk mengembangkan segmen usahanya.

Ke depan, Perseroan bakal memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk dan peningkatan pengalaman pengguna, dengan tetap menerapkan disiplin biaya demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

"Kami berhasil menjaga pendapatan tetap stabil dan membukukan Adjusted EBITDA positif di tengah tantangan ekonomi global. Transformasi bisnis yang telah kami jalankan bersama peningkatan operasional dan disiplin biaya menjadi landasan bagi Perseroan untuk pencapaian yang solid ini. Selain itu, hal ini juga menjadi pijakan untuk pertumbuhan ke depan dengan terus melangkah secara terukur menuju profitabilitas berkelanjutan," tutup Direktur PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6