Liputan6.com, Jakarta - Seorang penumpang mengalami luka bakar akibat insiden power bank yang mengalami panas berlebih dan mengeluarkan asap di dalam pesawat HK Express dalam penerbangan dari Hong Kong menuju Korea Selatan, Minggu pagi, 25 Oktober 2026.
Awak kabin segera melakukan prosedur keselamatan darurat sebelum pesawat mendarat dengan selamat di Pulau Jeju. Mengutip Bangkok Post, Selasa (27/10/2026), insiden tersebut terjadi pada penerbangan UO676 yang mengangkut 236 penumpang dan tujuh awak pesawat.
Advertisement
Maskapai berbiaya rendah yang merupakan anak perusahaan Cathay Pacific Airways itu menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Power bank itu disimpan di dalam tas di bawah kursi penumpang.
Saat pesawat mendekati Bandara Internasional Jeju, perangkat itu mulai mengalami panas berlebih hingga mengeluarkan asap. Menanggapi situasi tersebut, awak kabin langsung mengikuti prosedur keselamatan dengan memasukkan power bank ke dalam kantong khusus tahan panas untuk menangani risiko kebakaran.
Perangkat itu kemudian direndam dalam air guna mengendalikan kondisi dan mencegah bahaya lebih lanjut. Seorang penumpang perempuan berkewarganegaraan Tiongkok berusia sekitar 50 tahun mengalami luka bakar pada ibu jari tangan kirinya saat mengeluarkan perangkat tersebut dari tas.
Menurut laporan Korean JoongAng Daily, petugas pemadam kebakaran memberikan pertolongan pertama setelah memastikan situasi di dalam pesawat aman.
Pihak pemadam kebakaran menyebut perempuan tersebut menolak tawaran untuk dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Ia memilih mendapatkan perawatan medis secara mandiri setelah insiden power bank di pesawat itu.
Respons Darurat Sebelum MendaratPower bank umumnya tidak diperbolehkan masuk bagasi tercatat karena baterai lithium di dalamnya berisiko mengalami panas berlebih akibat kerusakan, cacat produksi, atau gangguan listrik. Oleh karena itu, perangkat ini harus dibawa ke kabin pesawat dengan mengikuti ketentuan kapasitas dan jumlah yang ditetapkan maskapai. Sejumlah maskapai di Asia juga menerapkan aturan tambahan terkait penyimpanan dan penggunaan power bank selama penerbangan. Penumpang disarankan memeriksa kebijakan maskapai sebelum keberangkatan, terutama jika membawa beberapa perangkat atau baterai berkapasitas besar. Meski insiden di penerbangan HK Express tidak berujung pada pengalihan rute maupun evakuasi, kejadian tersebut menyoroti risiko perangkat elektronik portabel di pesawat. Awak kabin dilatih menangani situasi semacam ini karena baterai lithium dapat kembali menghasilkan panas atau asap meskipun tanda-tanda awal kebakaran tampak mereda.
Petugas darurat di Jeju telah bersiaga untuk memeriksa kondisi penumpang setelah menerima laporan sekitar pukul 06.22 pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pihak HK Express menyatakan pesawat tiba sesuai jadwal dan mendarat dengan selamat.
Dalam pernyataannya, maskapai menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berterima kasih kepada penumpang atas kesabaran dan pengertian mereka. HK Express juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Insiden ini menjadi perhatian dalam penerbangan komersial karena baterai litium pada perangkat elektronik portabel berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran. Penanganan yang cepat oleh awak kabin diperlukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi keadaan darurat yang lebih serius.
Aturan Maskapai Penerbangan
Insiden power bank di pesawat Jeju menambah daftar kasus serupa dalam penerbangan komersial. Melansir Rus Tourism News, pada September, pesawat Airbus A321 milik Lufthansa yang terbang dari Frankfurt menuju Lisbon terpaksa dialihkan ke Lyon, Prancis, setelah power bank penumpang mengalami panas berlebih dan terbakar.
Sebanyak 198 penumpang harus menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan. Pada bulan yang sama, penerbangan easyJet yang hendak berangkat dari Milan Malpensa menuju Praha dievakuasi akibat asap yang diduga berasal dari baterai portabel.
Sebanyak 146 penumpang keluar menggunakan seluncuran darurat, sementara dua orang mengalami luka ringan. Menyusul kejadian tersebut, maskapai memperketat aturan penggunaan power bank.
Lufthansa Group, misalnya, sejak Januari melarang penumpang menggunakan atau mengisi daya perangkat tersebut selama penerbangan. Power bank juga wajib disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak boleh ditempatkan di kompartemen bagasi atas.
Hal yang Perlu Diketahui Penumpang
Power bank umumnya tidak diperbolehkan masuk bagasi tercatat karena baterai lithium di dalamnya berisiko mengalami panas berlebih akibat kerusakan, cacat produksi, atau gangguan listrik. Karena itu, perangkat ini harus dibawa ke kabin pesawat dengan mengikuti ketentuan kapasitas dan jumlah yang ditetapkan maskapai.
Sejumlah maskapai di Asia juga menerapkan aturan tambahan terkait penyimpanan dan penggunaan power bank selama penerbangan. Penumpang disarankan memeriksa kebijakan maskapai sebelum keberangkatan, terutama jika membawa beberapa perangkat atau baterai berkapasitas besar.
Meski insiden di penerbangan HK Express tidak berujung pada pengalihan rute maupun evakuasi, kejadian tersebut menyoroti risiko perangkat elektronik portabel di pesawat. Awak kabin dilatih menangani situasi semacam ini karena baterai lithium dapat kembali menghasilkan panas atau asap meskipun tanda-tanda awal kebakaran tampak mereda.