Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendorong para santri untuk memperkuat ilmu agama, membangun karakter, serta menguasai keterampilan kerja. Tujuannya agar mereka mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa di tengah perubahan zaman dan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Santri dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (25/10).
Advertisement
"Pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki ketakwaan dan akhlak mulia, tetapi juga berpengetahuan luas, terampil, disiplin, dan mandiri," kata pria yang akrab disapa Ibas itu.
Menurut Ibas, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa. Dia meyakini pesantren tidak hanya menjadi ruang pendalaman ilmu agama, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai moral, memperkuat karakter, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat dan kehidupan berbangsa.
“Jadilah anak-anak pesantren yang terampil, cerdas, dan mandiri,” pesan dia.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam meraih cita-cita membutuhkan doa, kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta penghormatan kepada orang tua dan para guru, termasuk para kiai dan nyai yang membimbing para santri.
Selain itu, ia mengajak para santri untuk tidak membatasi cita-cita mereka. Lulusan pesantren memiliki kesempatan untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri, hingga profesi lainnya, selama dibekali kemauan belajar dan kemampuan yang relevan.
Sementara itu, Kepala BLK Kabupaten Kendal, Hendro Setiyo Utomo, menjelaskan bahwa pelatihan kerja di BLK mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi kompetensi menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia usaha dan industri. Ia juga menilai santri memiliki keunggulan berupa keterampilan teknis, karakter, serta nilai spiritual yang mendukung integritas dan ketahanan mental saat bekerja.
"Kalau santri ada tambahan satu lagi, spiritual skill,” ujar Hendro.
Dalam kegiatan tersebut, KH Basyar Rohman selaku pimpinan yayasan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah turut hadir bersama para pengajar, pembina, dan santri.
“Peran pesantren menjadi bagian penting dalam mendampingi santri agar penguatan kompetensi kerja tetap berjalan seiring dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter,” kata Kiai Basyar.