Liputan6.com, Jakarta - Penerbangan internasional perdana resmi mengangkasa dari bandara baru bernilai miliaran dolar di kawasan pinggiran barat Sydney pada Senin (26/10/2026). Setelah direncanakan selama lebih dari empat dekade, Bandara Western Sydney International Airport ini menjadi opsi alternatif pertama bagi bandara utama kota tersebut yang telah beroperasi lebih dari satu abad.
Pesawat Air New Zealand dari Auckland mendarat dan kembali lepas landas dari bandara ini pada pagi hari, menandai dibukanya rute penerbangan tiga kali seminggu menuju kawasan barat Sydney yang didominasi pemukiman pekerja.
Advertisement
"Tidak setiap hari kita bisa menjadi bagian dari peresmian bandara internasional yang benar-benar baru,” ujar Chief Operations Officer Air New Zealand, Kate Boyer dikutip Strait Times, Senin (26/10/2026).
"Western Sydney merupakan rumah bagi lebih dari 2,5 juta jiwa sekaligus menjadi pintu gerbang tambahan bagi wisatawan Australia untuk menjelajahi segala keindahan negara kami.”
Bandara berlandas pacu tunggal ini merupakan pusat penerbangan (hub) utama baru pertama di Australia dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun. Sebelum melayani penerbangan internasional, bandara ini telah membuka rute domestik pada 25 Oktober dan penerbangan kargo sejak Juli lalu.
Sebagai pembanding, bandara utama Sydney, Kingsford Smith, masih menjadi yang tersibuk di Australia. Dengan tiga landasan pacu, bandara tersebut melayani lebih dari 42 juta penumpang sepanjang 2025.
Berlokasi di Botany Bay, hanya 9 kilometer dari pusat kotal deru mesin pesawat di Kingsford Smith sering kali melintas persis di atas kawasan permukiman warga. Tak heran, aturan jam malam (curfew) diberlakukan untuk melarang penerbangan komersial beroperasi pada malam hari.
Beroperasi 24 Jam
Sebaliknya, bandara baru di bagian barat Sydney ini bebas dari batasan tersebut. “Lewat operasional 24 jam penuh, Bandara Internasional Western Sydney memberikan fleksibilitas lebih bagi maskapai untuk terhubung ke hub global, sekaligus memberi lebih banyak pilihan bagi traveler untuk terbang ke seluruh dunia,” tutur Chief Executive Bandara, Simon Hickey.
Pihak pengelola bandara memastikan sejumlah maskapai internasional lain akan segera menyusul, termasuk Qatar Airways pada Desember 2027, Fiji Airways pada Maret 2027, dan Vietjet Air pada Januari 2027.
Sebelumnya, Bandara Internasional Sydney Barat (Western Sydney International Airport) resmi dibuka untuk penumpang pada Minggu (25/10/2026). Bandara senilai 5,6 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 71,27 triliun (kurs Rp 12.727 per dolar Australia) ini menjadi bandara besar pertama yang dibangun Australia dalam kurun lebih dari 50 tahun
Perluas Akses Penerbangan
Mengutip The Straits Times, bandara yang berlokasi di Badgerys Creek ini berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Sydney. Kehadirannya diproyeksikan memperluas akses penerbangan sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan Sydney barat.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut peresmian ini sebagai momentum bersejarah bagi negaranya.
"Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, Australia membuka bandara besar baru. Ini merupakan tonggak penting yang telah dipersiapkan selama puluhan tahun," ujar Albanese, Minggu (25/10/2026)
Pembangunan bandara ini melewati masa perencanaan selama 15 tahun dan konstruksi fisik selama tujuh tahun. Seluruh fasilitas utama rampung pada Juli 2025, sementara operasional penerbangan kargo telah dimulai lebih awal pada Juli 2026.