Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Senin (26/10/2026). Namun, tekanan aksi jual langsung mendorong IHSG jatuh ke zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke level 5.442,30 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 5.439,25. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG langsung terjun 0,36% atau turun 20 poin ke level 5.416,68.
Advertisement
Pada pukul 09.06 WIB, IHSG tercatat masih melemah 0,49% ke level 5.412,62. Indeks LQ45 juga turun 0,58% ke posisi 544,48.
Pada awal sesi perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 5.449,34 dan level terendah di 5.415,13. Pergerakan IHSG tertekan oleh 249 saham yang melemah, sementara 248 saham menguat dan 224 saham bergerak stagnan.
Total frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 124.716 kali dengan volume perdagangan sebesar 1,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 752 miliar. Adapun nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 18.065.
Sebagian besar sektor saham melemah pada pagi ini. Sektor energi dan non-cyclical menjadi dua sektor yang bertahan di zona hijau, sementara sektor lainnya terkoreksi. Sektor yang mengalami pelemahan terbesar adalah teknologi dan industri, masing-masing turun 0,86% dan 0,70%.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (26/10/2026). IHSG hari ini diprediksi naik jika mampu menembus level resistance 5.458. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan kenaikan 0,95% ke 5.439, dan telah mencapai target penguatan minimal sebelumnya pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan telah mencapai target penguatan minimal sebelumnya. Pada timeframe mingguan, IHSG naik 4,9%.
“Peluang penguatan lanjutan terbuka jika IHSG mampu menembus resistance 5.458, dengan target berikutnya di 5.561,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Ia mengatakan, untuk mewaspadai potensi koreksi ke posisi 5.350-5.827. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.185,4.915 dan level resistance 5.460,5.563.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.185-5.590.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Buy on Weakness
Saham AMMN menguat 2,03% ke 4.030, didukung dominasi volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi AMMN saat ini berada pada bagian awal dari wave [i] dari wave C,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 3.770-3.990
Target Price: 4.270, 4.510
Stoploss: below 3.560
2.PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Buy on Weakness
Saham BULL menguat 6,21% ke 308, dengan volume pembelian yang masih dominan. Herditya menuturkan, saat ini, posisi BULL diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Buy on Weakness: 270-294
Target Price: 330, 358
Stoploss: below 246
3.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness
Saham ENRG menguat 7,98% ke 880, dengan volume pembelian yang masih dominan meskipun mulai mengecil. “Selama masih mampu berada di atas 805 sebagai stoplossnya, maka posisi ENRG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 1 dari wave (C),” kata Herditya.
Buy on Weakness: 835-860
Target Price: 910, 990
Stoploss: below 805
4.PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Trading Buy
Saham GGRM menguat 1,19% ke 16.950, didukung dominasi volume pembelian dan pergerakan harga di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi GGRM sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” ujar dia.
Trading Buy: 16.850-16.925
Target Price: 17.425, 17.850
Stoploss: below 16.750