Dua Insiden KA Pangrango Terjadi dalam Empat Jam

KAI mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel dan menggunakan akses penyeberangan resmi.

oleh FIRA SYAHRINDiterbitkan 24 Oktober 2026, 14:30 WIB
Kereta Api (KA) Pangrango. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

Liputan6.com, Jakarta - Dua insiden warga tertemper Kereta Api (KA) Pangrango terjadi di lintas Bogor–Sukabumi pada Sabtu (24/10/2026). Kedua insiden tersebut terjadi di lokasi berbeda dengan rentang waktu kurang dari empat jam.

Insiden pertama melibatkan KA Pangrango PLB 223A relasi Sukabumi–Bogor pada pukul 05.55 WIB. Peristiwa itu terjadi di petak jalan antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug.

Insiden serupa kembali terjadi pada pukul 09.20 WIB, kali ini melibatkan KA Pangrango PLB 224A di petak jalan antara Stasiun Cibadak dan Stasiun Cisaat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan keprihatinannya atas dua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut.

“Kami prihatin atas dua kejadian yang terjadi dalam waktu berdekatan ini. Keselamatan jiwa merupakan hal yang sangat berharga,” ujar Franoto dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Terkait insiden kedua, petugas di lapangan memastikan lokomotif dan rangkaian KA Pangrango dalam kondisi aman. Perjalanan kereta hanya mengalami keterlambatan selama dua menit.

“Setiap kejadian ditangani melalui koordinasi dan prosedur keselamatan yang berlaku, sehingga kelangsungan operasional perjalanan tetap menjadi perhatian,” jelasnya.

Franoto mengingatkan bahwa kereta api melaju di jalur khusus dan tidak dapat berhenti secara mendadak.

Karena itu, beraktivitas di sekitar rel kereta api sangat membahayakan keselamatan jiwa. Dia mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan akses penyeberangan resmi.

“Jalur kereta api bukan tempat untuk berjalan kaki, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya,” tegas Franoto.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus menggencarkan edukasi keselamatan dan pengawasan di sekitar jalur kereta api.

Kesadaran masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

“Mari bersama-sama menjaga keselamatan di jalur kereta, karena setiap orang memiliki keluarga yang menantikan kepulangannya dengan selamat,” tutup dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya