Liputan6.com, Jakarta - Anies Baswedan membagikan kesannya setelah menonton film BAPAK PALING JUJUR di Studio XXI One Belpark Mall, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Menanggapi sindiran tentang program rumah bersubsidi gratis yang muncul dalam film, Anies menyebut bahwa film tersebut merupakan ajang refleksi.
"Film ini tuh membawa kita semua untuk refleksi. Bukan saja pada peristiwa-peristiwa politik, tapi memang saya perhatikan seperti tidak ada jedanya tuh. Semua rangkaian itu selalu ada sambungannya sama peristiwa politik," ujarnya di Jakarta.
Advertisement
"Walaupun pakai namanya Jakarta, tapi ya mungkin (bisa) ke mana-mana, kan? Nyambungnya tuh ke mana-mana. Ya nasional, ya daerah lain," lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi kreativitas tim produksi dalam mengemas berbagai referensi tersebut, mulai dari penulisan naskah hingga penyutradaraan dan akting para pemain.
"Tapi di balik itu semua, sebuah film itu tugasnya menghibur. Jadi ya tentu saja kalau dia punya efek edukasional bagus, tapi baiknya sebuah hiburan, film ini menghibur dari awal sampai akhir," ungkapnya.
Anies bahkan menyarankan masyarakat untuk menonton film tersebut, terutama bagi mereka yang tertarik dengan dunia politik. Ia menilai berbagai referensi yang disisipkan membuat pengalaman menonton terasa semakin menghibur.
"I enjoy the movie. This is fun, this is funny, it is entertaining," ujar Anies.
Andovi da Lopez Sempat Deg-degan Nonton Film Bareng Anies Baswedan
Di sisi lain, Andovi da Lopez mengaku sempat merasa deg-degan ketika duduk bersebelahan dengan Anies Baswedan saat menonton BAPAK PALING JUJUR. Salah satu alasannya adalah Anies dinilai mampu menangkap berbagai referensi atau Easter egg (pesan tersembunyi) yang disisipkan dalam film.
"Pak Anies tuh paham lah, dia hampir semua Easter egg-nya dia suka (mengatakan) 'Tunggu, ini ini!', 'Wah ini ini ini!' He sees the details, ya," kata Andovi.
Di balik kekhawatirannya tersebut, Andovi juga bercerita bahwa dirinya sempat mendapat serangan di Instagram sebelum film dirilis. Ia mengaku dituding membuat film yang mendukung Anies, meski menurutnya cerita yang dihadirkan tidak berpihak kepada tokoh politik tertentu.