Sempat Tertekan MSCI, OJK Sebut Pasar Saham Mulai Rebound

OJK sebut IHSG mulai rebound di akhir perdagangan usai tertekan isu MSCI. Petinggi BEI juga dijadwalkan menemui pihak MSCI.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 19 Oktober 2026, 17:25 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal pemulihan (rebound) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, IHSG sempat anjlok cukup dalam akibat tertekan sentimen rilis kaji ulang dari MSCI Inc. Namun, Friderica menyebut pergerakan indeks saham domestik sudah mulai merangkak naik pada penutupan perdagangan, Senin (19/10/2026) sore.

"Kan sudah mulai rebound hari ini," kata Friderica saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ketika ditanya mengenai materi laporan yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Friderica enggan membeberkan secara mendetail. Ia mengaku telah menyiapkan laporan komprehensif terkait perkembangan sektor keuangan.

"Belum tahu topik bahasannya, baru dipanggil saja. Nanti setelah rapat baru saya berikan pembaharuan (update) ke teman-teman media," jelasnya.

Di sisi lain, Friderica juga menyinggung bahwa jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan bertemu langsung dengan pihak MSCI untuk membahas dinamika yang terjadi.

"Hari ini pihak bursa akan bertemu dengan MSCI, sementara saya hadir di sini (Istana Kepresidenan)," pungkasnya.

IHSG Hari Ini Ditutup Nyaris Sentuh 5.000

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Senin, (19/10/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang hingga ditutup nyaris di level 5.000. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di 18.027.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup terpangkas 3,64% menjadi 4.996,60. Indeks saham LQ45 tergelincir 3,95% menjadi 488,46. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.012,86 dan level terendah 4.907,37. Sebanyak 656 saham melemah sehingga membebani IHSG. 100 saham menguat dan 43 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.621.793 kali dengan volume perdagangan saham 34,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,2 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.027.

Tekanan IHSG terjadi di tengah seluruh sektor saham memerah. Sektor saham energi merosot 2,95%, sektor saham basic turun 4,57%, dan sektor saham industri turun 2,97%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 3,88%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 4,09%, dan sektor saham kesehatan merosot 3,64%.

Lalu sektor saham keuangan turun 2,18%, sektor saham properti melemah 2,75%, sektor saham teknologi tergelincir 2,46%, sektor saham infrastruktur turun 4,45% dan sektor saham transportasi susut 2,91%.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya