Airlangga Heran MSCI Rilis Pengumuman Lebih Cepat dari Tenggat

Menko Airlangga Hartarto merespons pengumuman evaluasi MSCI terkait pasar modal Indonesia. Ia mengingatkan fundamental ekonomi RI tetap kuat.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 16 Oktober 2026, 14:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara, Jakarta.(Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan momentum pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi pasar modal Indonesia. Kebijakan itu disorot lantaran dirilis tak lama setelah MSCI menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintah.

"Jadi ya kita tidak mempertanyakan kenapa hari ini, tetapi yang diberikan hari ini kan sebetulnya kepastian terhadap langkah-langkah selanjutnya. Mereka memastikan bahwa deadline-nya bukan bulan November, tetapi mundur ke tahun depan di bulan Juni," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau dinamika komunikasi antara MSCI dengan Gubernur Bank Indonesia serta Menteri Keuangan. Namun, ia menyayangkan pengumuman terbaru MSCI muncul kurang dari sepekan seusai pertemuan di Bangkok, Thailand.

"Kenapa sudah ketemu di Thailand kemarin tidak bicara pasal ini? Kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kok tidak ngomong yang ini, padahal pertemuan kemarin seminggu juga belum ada," tuturnya.

 

Fokus Implementasi Regulasi di BEI

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Meski mempertanyakan selisih waktu pengumuman tersebut, Airlangga mengimbau publik dan pelaku pasar agar tidak berprasangka buruk terhadap keputusan MSCI. Di sisi lain, ia menilai pengumuman tersebut setidaknya memberikan kepastian terkait perpanjangan tenggat perbaikan pasar modal Indonesia, dari sebelumnya November 2026 menjadi Juni 2027.

"Ya tentu kita lihat saja nanti, tetapi kita tidak boleh suudzon," tegas Airlangga.

Airlangga menjelaskan, perhatian utama MSCI saat ini tertuju pada tingkat implementasi regulasi serta langkah aksi teknis yang dijalankan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, periode pelaksanaan perbaikan tersebut memang dinilai relatif lebih panjang jika dibandingkan dengan negara lain.

 

Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Menanggapi gejolak dan dampak pengumuman ini terhadap pasar keuangan nasional, Airlangga meminta para investor untuk dapat memilah antara sentimen sesaat dan kondisi riil ekonomi Indonesia. Ia meyakini fundamental ekonomi nasional masih dalam posisi yang solid.

"Sebetulnya kita memiliki fundamental ekonomi yang kuat, tetapi yang sedang dimainkan sekarang adalah faktor sentimen," pungkas Airlangga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya