Top 3: Profil Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB Diangkat Jadi Wakil Menteri Pertanian

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (16/10/2026). Salah satunya profil wamentan Alim Setiawan Slamet.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Oktober 2026, 06:30 WIB
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet diangkat menjadi Wakil Menteri Pertanian.

Liputan6.com, Jakarta - Alim Setiawan Slamet resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Alim melengkapi Muhammad Saleh Mustafa yang menjabat posisi yang sama.

Pelantikan Alim Setiawan Slamet dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya. Lantas, siapa Alim Setiawan Slamet?

Alim Setiawan Slamet saat ini merupakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia lama berkarier dan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Perjalanan karier Alim tak jauh dari IPB. Alim Setiawan Slamet sempat menjabat Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir 2018-2022. Sebelumnya, Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB 2013-2014.

Lalu, Komisi Kemahasiswaan, Departemen Manajemen, FEM 2008-2013. Kemudian, Asisten Rektor IPB 2007-2012. Serta, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur 2022-2025.

Dia juga tergabung dalam The Agricultural Marketing Society of Japan, 2015– sekarang. Serta, Forum Manajemen Indonesia, 2017– sekarang

Artikel Profil Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB yang Diangkat Jadi Wakil Menteri Pertanian menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (16/10/2026):

 

1. Profil Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB yang Diangkat Jadi Wakil Menteri Pertanian

Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si. (ipb.ac.id)

Alim Setiawan Slamet resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Alim melengkapi Muhammad Saleh Mustafa yang menjabat posisi yang sama.

Pelantikan Alim Setiawan Slamet dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya. Lantas, siapa Alim Setiawan Slamet?

Alim Setiawan Slamet saat ini merupakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia lama berkarier dan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Perjalanan karier Alim tak jauh dari IPB. Alim Setiawan Slamet sempat menjabat Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir 2018-2022. Sebelumnya, Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB 2013-2014.

Lalu, Komisi Kemahasiswaan, Departemen Manajemen, FEM 2008-2013. Kemudian, Asisten Rektor IPB 2007-2012. Serta, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur 2022-2025.

Dia juga tergabung dalam The Agricultural Marketing Society of Japan, 2015– sekarang. Serta, Forum Manajemen Indonesia, 2017– sekarang

Berita selengkapnya baca di sini

2. Menhub Rombak Jajaran Pejabat, Beri Pesan Menohok

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam Peluncuran ETLE Hub di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi merombak posisi pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Beberapa pejabat di tingkat direktur dipastikan ikut dalam daftar mutasi tersebut.

Dudy menyampaikan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Pejabat yang dilantik mencakup level Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) atau setara direktur, Pejabat Administrator (eselon III), hingga Pejabat Pengawas (eselon IV).

“Mutasi dan rotasi jabatan adalah sesuatu yang biasa dalam organisasi sebagai bagian dari penyegaran, pengembangan karier, sekaligus upaya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana setiap orang dapat memberikan kontribusi terbaik di tempatnya masing-masing,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, penempatan pejabat mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan, pengalaman, serta kebutuhan organisasi. Dudy menegaskan bahwa pengisian jabatan harus didasarkan pada pertimbangan profesionalisme, bukan kedekatan pribadi, pertemanan, maupun kepentingan tertentu.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Mata Uang Global Menguat, Harga Referensi Emas Anjlok

Ilustrasi harga emas (Ilustrasi by AI)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode kedua Oktober 2026. Penurunan ini dipicu oleh perkasa mata uang utama dunia serta dinamika di pasar internasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana mengungkapkan bahwa HPE emas merosot hingga 3,15% selama masa pengumpulan data. Kondisi serupa mengekor pada pergerakan HR emas.

"Penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Oktober 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional sehingga orang-orang mengalihkan investasi emas ke obligasi," kata Tommy dikutip Antara, Kamis (15/10/2026).

Secara rincian, nilai HPE emas terkoreksi menjadi US$ 135.024,36 per kilogram dari sebelumnya US$ 139.409,07 per kilogram pada periode pertama Oktober 2026. Sementara itu, HR emas menyusut ke angka US$ 4.199,73 per troy ounce (t oz) dari posisi awal US$ 4.336,11 per t oz.

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya