Liputan6.com, Antartika - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kotoran penguin menjadi pupuk untuk pertumbuhan alga salju di sepanjang Semenanjung Antartika, yang menjadi sumber makanan untuk hamparan alga hijau yang lebat di sepanjang garis pantai.
Hamparan salju hijau yang terus meluas ini mencair lebih cepat daripada salju putih yang bersih, sehingga berpotensi mempercepat perluasan wilayah-wilayah di Antartika yang bebas salju dan es.
Dikutip dari Phys.org, Rabu (14/10/2026), seiring dengan naiknya suhu di seluruh Antartika, habitat alga salju semakin meluas di sepanjang pesisir, membuat permukaan menjadi lebih gelap dan memicu pemanasan dan pencairan salju yang semakin parah. Dengan meninggalkan kotoran mereka di atas salju, tanpa disadari penguin memberikan alga tersebut nutrisi penting yang menjaga warna hijau alga dan memperkuat efek pencairan salju.
Advertisement
"Hubungan antara satwa liar, nutrisi, dan alga salju adalah komponen terpenting yang selama ini terlewatkan dalam proyeksi perluasan wilayah bebas es di Antartika," tutur ahli biogeokimia kriosfer di University of Colorado Boulder Alia Khan sekaligus penulis utama studi ini. Ia memulai penelitian ini ketika masih berkuliah di Western Washington University.
"Tanpa memperhitungkan efek penggelapan biologis ini, kita kemungkinan besar meremehkan seberapa cepat lapisan salju di pesisir mencair dan seberapa cepat wilayah tanpa es akan melebar di seluruh Antartika."
Khan dan timnya fokus kepada alga salju Antartika yang berubah warna, yang tumbuh cukup lebat di beberapa wilayah hingga membuat salju tersebut terlihat merah atau hijau. Ketika nutrisi melimpah, alga bisa tetap aktif, mengisi sel-selnya dengan pigmen hijau seperti klorofil untuk meningkatkan fotosintesis saat alga berlomba-lomba tumbuh sebanyak mungkin selama musim panas Antartika yang singkat.
Ketika nutrisi langka atau kondisi lingkungan ekstrem, alga tersebut masuk ke fase istirahat, memproduksi pigmen merah yang mirip tabir surya untuk melindungi diri dari sinar matahari sambil menunda pertumbuhannya.
Â
Proses Pengambilan Sampel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843218/original/046700200_1562129647-penguin_oke.jpg)
Salju merah menyerap energi matahari 20 persen lebih banyak daripada salju putih yang bersih. Energi tambahan ini memanaskan salju, sehingga menyebabkan lebih banyak salju mencair.
Di tempat-tempat di mana nutrisi mendorong pertumbuhan pigmen hijau dan sel alga secara keseluruhan, salju hijau menyerap energi 40 persen lebih banyak daripada salju putih yang bersih, dua kali lipat peningkatan yang terlihat pada salju merah, mempercepat pencairan.
Saat melintasi laut yang bergelombang di Selat Drake dengan kapal, tim tersebut mengumpulkan sampel alga salju merah dan hijau di sepanjang pantai Semenanjung Antartika barat, mencakup lima derajat lintang serta wilayah yang memiliki dan tidak memiliki koloni penguin.
Mengambil sampel dekat koloni penguin bukan pekerjaan glamor. Tim harus mendekati kotoran penguin yang berbau tidak sedap untuk mengumpulkan salju yang diwarnai alga ke dalam kantong menggunakan sendok keramik.
"Kotoran penguin tampak mirip dengan alga salju merah," tutur Khan. "Bekerja di dekat penguin itu sangat bau. Mereka hanya berjalan terhuyung-huyung di atas kotoran mereka sendiri dan menyebarkannya ke seluruh salju."
Untungnya, perbedaan antara kotoran, yang dikenal sebagai guano, dan alga salju lebih jelas terlihat di laboratorium. Penulis utama studi ini Elise Ryan dan anggota laboratorium Khan lainnya menghitung jumlah sel alga dalam setiap sampel salju di bawah mikroskop serta mengekstrak pigmen dan nutrisi dari setiap sampel.
Di tempat-tempat sel-sel alga didominasi oleh pigmen hijau, para peneliti menemukan bahwa salju di sana mengandung fosfat, sebuah nutrisi penting yang terdapat dalam guano, jauh lebih banyak dibandingkan di tempat-tempat alga didominasi oleh pigmen merah mirip tabir surya.
"Penemuan ini mengaitkan jaringan makanan laut dengan ekologi salju," tutur Khan.
Â
Advertisement
Kotoran Menjadi Pupuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771395/original/026216000_1710335618-jay-ruzesky-9zTafGVsv-c-unsplash.jpg)
Ia menjelaskan bahwa setelah makan hewan laut, penguin dan burung laut seperti skua menyebarkan nutrisi yang dihasilkan (termasuk fosfat) ke lapisan salju pesisir melalui kotoran mereka.
"Kotoran penguin berfungsi sebagai pupuk, yang memicu pertumbuhan alga salju hijau yang lebat ini."
Berbarengan dengan para penguin berjalan mendekati Kutub Selatan sebagai respons terhadap perubahan kondisi, ada potensi habitat alga salju yang dipupuk oleh guano untuk meluas dan menyebarkan efeknya yang mempercepat pencairan di wilayah yang lebih luas.
Namun, proyeksi para ilmuwan tentang pencairan di Antartika belum memperhitungkan fenomena ini.
Tim Khan adalah yang pertama menunjukkan hubungan langsung antara kotoran penguin dan tahap-tahap siklus hidup alga salju yang berwarna berbeda-beda, dan diperlukan lebih banyak data sebelum proses penghijauan yang didorong oleh guano dapat dimasukkan ke dalam proyeksi pencairan salju di Semenanjung Antartika.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2386359/original/065224700_1539833678-penguin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373600/original/021293000_1791969814-90-60.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368884/original/038243400_1791452235-dusan-veverkolog-_NgSXe2cJPk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366946/original/001403600_1791280601-martti-salmi-O5zF_JOUK-Q-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365737/original/008765600_1791191279-igor-omilaev-FHgWFzDDAOs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367884/original/098968300_1791365952-arjun-raj-cSVMukD9pwk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363253/original/054450400_1790846929-olga-ga-8uabPZmXJ4s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366845/original/008545100_1791279182-zulfa-nazer-W9jfKmGYb1Q-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363267/original/000899200_1790847575-chan-chan-funerary-platform-peru-093026-2-fb7e76c5629e4c8f80b0f91ad527a40f.jpg)