TOP 3: Ciri-Ciri Kecerdasan Emosionalmu Rendah hingga Kalimat Orang Tua yang Bisa Bantu Anak Hadapi Kekecewaan

Berikut beberapa artikel terpopuler yang masuk top 3 di kanal Citizen6 Liputan6.com, Jumat (16/10/2026).

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 07:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mudah stres, sulit menyampaikan perasaan, hingga terus memikirkan kesalahan masa lalu bisa menjadi ciri ciri kecerdasan emosionalmu rendah. Kebiasaan semacam ini sering tidak disadari karena sudah terasa biasa dalam keseharian.

Selanjutnya, setiap anak pernah merasakan kegagalan, penolakan, atau harapan tidak terpenuhi. Dalam situasi semacam ini, kalimat orang tua yang bisa membantu anak menghadapi kekecewaan dapat memberi rasa aman saat emosi terasa sulit dipahami. Respons penuh empati membantu anak menyadari, bahwa rasa sedih merupakan bagian alami dari kehidupan, bukan tanda kelemahan.

Terakhir, pernahkah Anda menerima permintaan bantuan saat tubuh dan pikiran sudah berada di titik nadir kelelahan, namun tetap mengucapkan kata "ya" hanya karena takut mengecewakan orang lain? Fenomena yang dikenal secara umum sebagai kecenderungan people-pleasing ini merupakan perjuangan psikologis nyata bagi banyak individu. Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain sering kali berakar dari rasa takut ditolak, ketakutan timbulnya konflik, hingga pola asuh masa kecil yang mengaitkan penerimaan dengan ketaatan.

 

7 Ciri-Ciri Kecerdasan Emosionalmu Rendah, Kebiasaan yang Sering Tidak Disadari

Mudah stres, sulit menyampaikan perasaan, hingga terus memikirkan kesalahan masa lalu bisa menjadi ciri ciri kecerdasan emosionalmu rendah. Kebiasaan semacam ini sering tidak disadari karena sudah terasa biasa dalam keseharian.

Melansir dari Psychology Today, kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri serta emosi orang lain. Teori ini diperkenalkan oleh Peter Salovey dan John D. Mayer, lalu dipopulerkan Daniel Goleman lewat buku Emotional Intelligence (1995).

Baca selengkapnya di sini

12 Kalimat Orang Tua yang Bisa Membantu Anak Menghadapi Kekecewaan, Memvalidasi Emosi

Setiap anak pernah merasakan kegagalan, penolakan, atau harapan tidak terpenuhi. Dalam situasi semacam ini, kalimat orang tua yang bisa membantu anak menghadapi kekecewaan dapat memberi rasa aman saat emosi terasa sulit dipahami. Respons penuh empati membantu anak menyadari, bahwa rasa sedih merupakan bagian alami dari kehidupan, bukan tanda kelemahan.

Bagi anak, kalah dalam perlombaan, memperoleh nilai kurang memuaskan, atau batal bermain bersama teman bisa terasa sangat menyedihkan. Kalimat orang tua yang bisa membantu anak menghadapi kekecewaan berperan penting, untuk menunjukkan bahwa perasaan mereka layak didengarkan. Sikap penuh perhatian membuat anak lebih nyaman bercerita, tanpa takut menerima kritik atau dianggap berlebihan.

Baca selengkapnya di sini

8 Ciri Orang yang Bisa Menolak Permintaan Tanpa Dihantui Rasa Bersalah, Ini Kelebihan Mereka

Pernahkah Anda menerima permintaan bantuan saat tubuh dan pikiran sudah berada di titik nadir kelelahan, namun tetap mengucapkan kata "ya" hanya karena takut mengecewakan orang lain? Fenomena yang dikenal secara umum sebagai kecenderungan people-pleasing ini merupakan perjuangan psikologis nyata bagi banyak individu. Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain sering kali berakar dari rasa takut ditolak, ketakutan timbulnya konflik, hingga pola asuh masa kecil yang mengaitkan penerimaan dengan ketaatan.

Padahal, psikolog UGM, Smita Dinakaramani, S.Psi., M.Psi., seperti dilansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, menegaskan bahwa selalu mengiyakan orang lain hingga merugikan diri sendiri bukanlah bentuk kebaikan murni, melainkan wujud kepribadian yang menaruh kebutuhan diri pada urutan paling akhir. Sebaliknya, orang yang mampu menetapkan batas serta menolak penugasan yang melampaui batas kemampuan bukanlah sosok yang egois. Mereka justru memiliki kesehatan mental yang stabil dan pemahaman mendalam akan nilai kehidupannya.

Baca selengkapnya di sini