Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia Trust akan mendapat kucuran dana minimal US$ 100 juta atau setara Rp 1,79 triliun (asumsi kurs Rp 17.900) per tahun. Dana ini digunakan untuk mendorong program prioritas di tiga sektor strategis.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengungkap rencana suntikan dana tahunan ke lembaga filantropi tersebut.
Advertisement
"Kami pun di Danantara Indonesia memang berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan US$ 100 juta kepada Danantara Trust, itu adalah komitmen kami," ungkap Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Dia mengatakan, dana itu akan digunakan untuk menopang program prioritasnya. Ada tiga sektor yang jadi sasaran, yakni kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Hal tersebut diturunkan dalam bentuk bantuan pada vaksinasi, hingga beasiswa ke tenaga kesehatan.
Rosan mengaku cara itu diinisiasi bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Beasiswa dengan pendanaan penuh akan menyasar pendidikan 1.343 dokter spesialis.
"Karena kita disampaikan oleh Pak Budi dan jajarannya memang bukan hanya kita shortage kekurangan dari dokter umum, dokter spesialis lebih kurang lagi, lebih kurang lagi," ucapnya.
Biaya Hidup
Rosan menjelaskan, beasiswa yang diberikan oleh Danantara Indonesia Trust tak sebatas menanggung biaya pendidikan dokter spesialis. Namun, biaya hidup juga diberikan sebagai bentuk dukungan penuh.
"Jadi kami pun memberikan itu, jadi kami pun memberikan tidak hanya dari segi beasiswanya saja, tapi juga biaya untuk hidup mereka selama mengikuti pendidikan sebagai dokter spesialis atau living expenses-nya," ujarnya.
"Itu pun juga kami berikan, sehingga harapannya nanti dalam jangka waktu 3, 4 atau sampai 6 tahun, 1.343 dokter spesialis akan lahir dari kontribusi bersama Pak Menkes, dan juga dari Danantara Trust," sambungnya.
Program Danantara Indonesia Trust
Pertama, program Asa Nusantara, sebagai program beasiswa bagi 800 mahasiswa program sarjana dan vokasi di bidang STEM dan ilmu kesehatan melalui kerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin. Komitmen program direncanakan berlangsung selama empat tahun hingga 2030.
Kedua, Danantara Indonesia Trust bersama Plan Indonesia menjalankan Air Setara, program WASH tangguh iklim yang dirancang untuk menjangkau 156 desa di Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Belu, Nusa Tenggara Timur. Program menargetkan sekitar 230.000 penerima manfaat atau 60.000 rumah tangga, termasuk 86.700 siswa di 867 sekolah, serta mencakup 79 fasilitas kesehatan.
Ketiga, program Bakti Sehat Nusantara, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung penguatan tenaga kesehatan, mulai dari perencanaan berbasis kebutuhan, pendidikan dan pengembangan kompetensi, hingga penempatan dan retensi tenaga kesehatan di wilayah prioritas dan wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
Pada tahap awal, dukungan biaya pendidikan Danantara Indonesia Trust ditujukan kepada 1.343 tenaga medis dan tenaga kesehatan, terdiri atas 358 penerima pada 2026 dan 985 penerima pada 2027. Fasilitas penerima manfaat mencakup 70 puskesmas, 131 rumah sakit daerah, dan 25 rumah sakit vertikal.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi tidak berhenti pada satu program, tetapi turut membuka ruang bagi dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak.