Polisi Gelar Simulasi Demo Dekat Sekolah, Gas Air Mata Masuk Kelas Bikin Siswa Sesak Napas

Polres Cilegon melakukan latihan pengendalian massa dan menembakkan gas air mata, di dekat SMP - SMK Al Hadid Cilegon Banten.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 10 Oktober 2026, 17:03 WIB
Polisi menembakkan gas air mata dalam simulasi demo yang digelar di dekat sekolah di Cilegon Banten. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Liputan6.com, Cilegon - Belasan siswa SMP -SMK Al Hadid, jadi korban gas air mata yang ditembakkan Polres Cilegon, pada Kamis (8/10/2026) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa berawal saat Polres Cilegon melakukan latihan pengendalian massa dan menembakkan gas air mata, di dekat SMP - SMK Al Hadid, asapnya kemudian terbawa angin hingga masuk ke dalam ruang kelas tempat belajar siswa.

Sejumlah siswa mengeluhkan pusing, sesak napas hingga mata pedih yang kemudian harus mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Setidaknya 10 siswa mendapat penanganan medis. Dua dibawa ke RS Hermina, sedangkan delapan lainnya dibawa ke RSKM, RS Kurnia, Eka Hospital, Puskesmas, dan ada yang menjalani rawat jalan.

"Sekitar jam sepuluhan atau setengah sebelas, ada asap kebawa angin dari kantor kepolisian, tidak tahu asap apa, bikin pusing," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Al-Hadid Farid Jami'in, ditulis Sabtu (10/10/2026).

Polres Cilegon mengakui dalam latihan tersebut, mereka menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.

Polres Cilegon menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat umum serta siswa yang terkena gas air mata, karena menyebabkan sedak nafas hingga mata perih.

"Pada saat pelaksanaan latihan, kita sempat menggunakan gas air mata. Kebetulan ada angin membawa arah ke siswa yang mungkin lagi nonton, jadi terkena dampak perih kepada mata," ujar Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Imam Maryono, Sabtu (10/10/2026).

Polisi mengaku sudah mendatangi para korban, serta menjamin seluruh biaya pengobatannya. Mereka juga mengklaim telah mengunjungi rumah para siswa untuk menyampaikan permintaan maafnya.

"Kita juga sudah memberikan bantuan ke masing-masing yang terdampak," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya