Aksi Maling Botol Anggur Rp 100 Miliar Gegerkan Italia

Salah satu produsen anggur keluarga terbesar di Italia mengalami pencurian 30 ribu botol anggur saat perusahaan bersiap untuk ekspor anggur.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 12 Oktober 2026, 09:40 WIB
Ilustrasi botol anggur (Foto: Unsplash/Javier Balseiro)

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok pencuri menggegerkan Italia usai menggasak 30 ribu botol anggur dengan nilai gabungan sekitar € 5 juta atau setara Rp 100 miliar (asumsi kurs euro terhadap rupiah 20.050) dalam semalam, di sebuah pabrik anggur ternama milik keluarga di Italia.

Salah satu produsen anggur keluarga terbesar di Italia, Marchesi Antinori, mengatakan pencurian di fasilitas penyimpanannya yang berlokasi di Tuscany terjadi pada Sabtu. Insiden ini terjadi saat perusahaan tengah bersiap mengirim pesanan ke pelanggan di luar negeri.

“Pencurian dengan skala dan nilai seperti ini jelas belum pernah terjadi di Italia,” kata CEO Marchesi Antinori, Renzo Cotarella, kepada surat kabar Italia Corriere della Sera, dikutip dari BBC, Senin (12/10/2026).

Tujuh pria bertopeng diyakini telah menonaktifkan alarm dan mematikan kamera pengawas. Mereka menggunakan forklift milik perusahaan untuk memuat dua truk besar berisi anggur merah Tuscan andalan, yakni Tignanello, Solaia, dan Guado al Tasso.

Cotarella berharap pihak berwenang bisa melacak anggur yang dicuri. “Dua truk penuh barang dagangan tidak bisa begitu saja menghilang. Jalan-jalan di Tuscany dipenuhi kamera, mungkin dengan sedikit keberuntungan kami bisa memulihkan setidaknya sebagian botol yang dicuri,” katanya.

Kepada Financial Times, Cotarella juga mengaku bingung bagaimana pelaku bisa menjual anggur curian itu ke seluruh dunia tanpa terdeteksi, mengingat nilainya sangat tinggi, yaitu antara 150-500 euro per botol, atau Rp 3-10 juta.

 

Rentetan Pencurian Anggur di Italia Sepanjang 2026

Ilustrasi Pencurian (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Perusahaan meyakini pemilihan botol yang dicuri menunjukkan ciri khusus seperti harga yang mahal, mengindikasikan pelaku adalah penikmat anggur berpengalaman dengan informasi orang dalam.

Pencurian ini baru terungkap pada Senin pagi, saat staf perusahaan tiba di lokasi kejadian. Hingga kini, belum ada penangkapan yang berhasil dilakukan pihak berwenang.

Marchesi Antinori merupakan perusahaan anggur yang telah berdiri sejak 1385. Perusahaan ini mengekspor produknya ke 170 negara dan mencatat pendapatan 263 juta euro atau setara Rp 5,2 triliun tahun lalu.

Kasus ini menambah daftar rentetan pencurian anggur di Italia sepanjang tahun ini. Dua kasus serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Piedmont utara, dengan botol anggur senilai ratusan ribu euro dilaporkan hilang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya