Pencurian Wine Terbesar di Italia, 30 Ribu Botol Raib

Kasus pencurian wine fantastis mengguncang Italia, 30.000 botol wine premium Antinori senilai € 5 juta dicuri.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Sekitar 30.000 botol wine premium senilai sekitar 5 juta euro atau US$ 5,8 juta dicuri dari fasilitas produksi wine di Tuscany, Italia. Produsen wine tersebut menyebut aksi pencurian ini sebagai yang terbesar dalam sejarah Italia berdasarkan catatan yang mereka ketahui.

Dikutip dari ABC News, Minggu (11/10/2026), pencurian tersebut menyasar fasilitas milik Marchesi Antinori di dekat Cortona, Provinsi Arezzo. Sekelompok pencuri yang terdiri dari sedikitnya tujuh orang membawa kabur botol-botol wine paling diburu di Italia pada Sabtu malam.

Wine yang dicuri termasuk merek Solaia, Tignanello, dan Guado al Tasso. Perusahaan baru mengetahui pencurian tersebut pada Senin, tetapi mengumumkannya kepada publik pada Jumat untuk menghindari gangguan terhadap penyelidikan.

CEO Marchesi Antinori, Renzo Cotarella, mengatakan para pencuri terlebih dahulu menonaktifkan sistem alarm dan kamera pengawas di fasilitas tersebut. Mereka kemudian masuk dengan menggunakan dua truk besar.

Dengan memanfaatkan forklift milik perusahaan, para pelaku memuat botol-botol wine ke dalam truk sebelum melarikan diri pada malam hari.

"Ini jelas kelompok yang sangat terorganisasi dengan baik," kata Cotarella, Jumat.

Ia menduga kelompok tersebut mungkin merupakan pihak yang sama dengan pelaku pencurian di sejumlah fasilitas produksi wine Italia dalam beberapa bulan terakhir.

"Pencurian dengan skala dan nilai sebesar ini belum pernah terjadi di Italia," ujarnya.

Puluhan Ribu Botol Wine dari Produksi 2023

Seluruh botol wine yang dicuri berasal dari produksi tahun 2023. Produk-produk tersebut biasanya dijual dengan harga eceran antara 150 euro hingga 500 euro per botol.

Dari total botol yang dicuri, sekitar 10.000 botol di antaranya merupakan Solaia, salah satu produk unggulan Antinori. Cotarella menyebut tahun produksi 2023 sebagai tahun yang istimewa untuk wine tersebut.

Marchesi Antinori merupakan perusahaan yang didirikan pada 1385 dan telah dikelola keluarga Antinori selama 26 generasi.

Perusahaan itu kini memperingatkan pelanggan di seluruh dunia agar berhati-hati terhadap penawaran wine yang berasal dari luar saluran penjualan resmi.

"Kami memberi tahu klien kami di seluruh dunia dan meminta mereka untuk memperhatikan setiap penawaran di luar saluran resmi," kata Cotarella.

 

Polisi Selidiki Jalur Penjualan Wine Curian

Pihak berwenang tengah menyelidiki bagaimana wine hasil pencurian tersebut akan dijual. Polisi dan petugas Carabinieri, kepolisian nasional Italia, sedang memeriksa rekaman kamera pengawas serta bukti-bukti lainnya.

Cotarella mengaku tetap yakin penyidik dapat melacak pengiriman wine tersebut. Menurutnya, memindahkan dua truk penuh wine tanpa menarik perhatian bukan perkara mudah.

Kasus ini melampaui sejumlah pencurian wine besar yang pernah terjadi sebelumnya di Italia.

Pada 2017, pencuri membawa kabur sekitar 2.000 botol wine langka senilai 750.000 euro dari sebuah gudang di dekat Cervia, kota resor di pesisir Laut Adriatik.