Harga Emas Perhiasan 12 Oktober 2026: Pilihan Investasi dan Panduan Keaslian!

Simak daftar harga emas perhiasan terbaru dari Raja Emas Indonesia dan Lakuemas per 12 Oktober 2026, serta panduan lengkap membedakan emas asli dan palsu.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Emas perhiasan telah lama diakui sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik, berkat nilai intrinsiknya yang cenderung stabil bahkan meningkat dalam jangka panjang. Logam mulia ini dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman dan berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Selain itu, emas perhiasan menawarkan fungsi ganda, yaitu sebagai aksesori fesyen yang dapat digunakan sekaligus aset yang dapat diwariskan dan dijual kembali.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, pasar emas perhiasan menunjukkan dinamika harga yang perlu dicermati oleh para investor dan konsumen. Memahami harga terkini dari penyedia layanan terkemuka seperti Raja Emas Indonesia dan Lakuemas menjadi krusial. Selain fluktuasi harga, kemampuan untuk membedakan emas asli dari yang palsu juga merupakan keterampilan penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi atau membeli perhiasan emas.

Raja Emas Indonesia, yang beroperasi di bawah naungan PT Emas Murni Asli, menyediakan layanan jual beli perhiasan emas dan logam mulia. Perusahaan ini dikenal karena fleksibilitasnya dalam menerima berbagai kondisi emas, bahkan tanpa mengharuskan adanya surat atau sertifikat kepemilikan. Sementara itu, Lakuemas, yang dikelola oleh PT Laku Emas Indonesia sebagai bagian dari grup PT Central Mega Kencana, menawarkan platform komprehensif untuk jual beli, investasi, dan penyimpanan emas, baik secara digital maupun fisik.

Daftar Harga Emas Perhiasan Terkini dari Raja Emas dan Lakuemas

Berikut adalah rincian harga beli emas per gram berdasarkan kadar karat yang berlaku pada Senin, 12 Oktober 2026, dari dua penyedia layanan terkemuka di Indonesia.

Di Raja Emas Indonesia, harga beli emas per gram bervariasi tergantung kadar karatnya. Emas 24K dihargai Rp 2.185.000 per gram, sedangkan emas 24K dengan kemurnian 99,5% mencapai Rp 2.085.000 per gram. Untuk kadar di bawahnya, emas 23K dibanderol Rp 1.982.000, emas 22K Rp 1.893.000, dan emas 21K Rp 1.808.000. Kadar 20K memiliki harga Rp 1.721.000, 19K Rp 1.634.000, dan 18K Rp 1.550.000 per gram. Harga terus menurun seiring dengan berkurangnya kadar emas, dengan 17K seharga Rp 1.468.000, 16K Rp 1.377.000, 15K Rp 1.293.000, dan 14K Rp 1.205.000 per gram. Kadar terendah yang tercatat adalah 13K seharga Rp 1.119.000, 12K Rp 1.034.000, 11K Rp 948.000, 10K Rp 861.000, 9K Rp 776.000, 8K Rp 690.000, 7K Rp 604.000, 6K Rp 520.000, dan 5K Rp 432.000 per gram.

Sementara itu, Lakuemas juga merilis daftar harga emas per gram untuk berbagai kadar karat pada tanggal yang sama. Emas 24K (99%) ditawarkan seharga Rp 2.172.000 per gram. Untuk kadar 23K, harganya Rp 1.976.000, 22K Rp 1.892.000, 21K Rp 1.808.000, dan 20K Rp 1.721.000 per gram. Emas 19K dihargai Rp 1.633.000, 18K Rp 1.545.000, 17K Rp 1.458.000, dan 16K Rp 1.370.000 per gram. Selanjutnya, emas 15K seharga Rp 1.285.000, 14K Rp 1.198.000, 13K Rp 1.113.000, 12K Rp 1.025.000, 11K Rp 938.000, 10K Rp 852.000, dan 9K Rp 764.000 per gram.

Panduan Membedakan Emas Asli dan Palsu untuk Investor Cerdas

Untuk memastikan keaslian investasi emas perhiasan Anda, penting untuk mengetahui beberapa metode identifikasi. Emas asli tidak bersifat magnetis; jika perhiasan menempel pada magnet, kemungkinan besar itu bukan emas murni atau memiliki kadar logam lain yang tinggi.

Metode uji gigit sering disebut karena emas asli adalah logam lunak yang akan meninggalkan bekas gigitan. Namun, cara ini tidak disarankan karena dapat merusak perhiasan dan tidak sepenuhnya akurat, mengingat logam lunak lain seperti timah juga bisa meniru efek serupa.

Uji gosok pada permukaan keramik atau kertas yang tidak diglasir juga bisa dilakukan. Emas asli akan meninggalkan jejak berwarna kuning keemasan, sedangkan emas palsu atau campuran logam lain cenderung meninggalkan jejak hitam atau warna berbeda.

Perhatikan cap atau stempel yang biasanya terukir pada emas asli. Cap ini menunjukkan kadar karat, seperti 24K, 22K, 18K, atau kode kemurnian seperti 999, 916, 750. Cap ini umumnya sangat kecil sehingga memerlukan kaca pembesar untuk melihatnya dengan jelas.

Uji kepadatan merupakan salah satu cara paling akurat untuk menguji keaslian emas, meskipun memerlukan peralatan yang lebih spesifik. Emas memiliki kepadatan tinggi, sekitar 19,3 gram per sentimeter kubik. Metode ini melibatkan penimbangan emas dan pengukuran volume air yang dipindahkan untuk menghitung kepadatannya.

Terakhir, uji asam nitrat adalah metode yang sangat efektif namun harus dilakukan oleh profesional karena melibatkan bahan kimia berbahaya. Emas asli tidak akan bereaksi terhadap asam nitrat, sementara logam lain akan menunjukkan reaksi seperti perubahan warna atau oksidasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6