Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik tipis pada perdagangan Senin (12/10/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 2.000 per gram.
Mengutip laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.594.000 per gram. Sementara pada Minggu (11/10/2026) kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 2.592.000 per gram.
Seiring kenaikan harga jual, harga buyback (beli kembali) emas Antam hari ini juga terpantau menguat dengan kenaikan yang lebih tinggi. Harga buyback emas Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.408.000 per gram.
Advertisement
Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.
Pergerakan harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian.
Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback yang sempat menembus Rp 2.989.000 per gram.
Rincian Harga Emas Antam Senin (12/10/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.347.000
- 1 gram: Rp 2.594.000
- 2 gram: Rp 5.138.000
- 3 gram: Rp 7.689.000
- 5 gram: Rp 12.785.000
- 10 gram: Rp 25.490.000
- 25 gram: Rp 63.560.000
- 50 gram: Rp 126.955.000
- 100 gram: Rp 253.760.000
- 250 gram: Rp 634.090.000
- 500 gram: Rp 1.267.900.000
- 1.000 gram: Rp 2.534.600.000.
Harga Emas Dunia Pekan Ini Diprediksi Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
Harga emas dunia mengakhiri perdagangan pekan lalu di zona hijau setelah melewati periode perdagangan yang fluktuatif. Tekanan akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), penguatan dolar AS, dan kekhawatiran inflasi sempat menekan harga emas.
Namun, penurunan imbal hasil obligasi dan harga minyak, serta aksi beli saat harga melemah, mendorong pemulihan logam mulia tersebut.
Pada pekan lalu, harga emas spot dibuka pada US$ 4.142,40 per ons pada Minggu malam. Pada awal pekan, harga emas sempat menguat seiring perhatian investor terhadap dampak inflasi dari konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan pembelian emas oleh bank sentral China.
Tekanan meningkat pada pertengahan pekan setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) September menunjukkan sebagian besar pejabat masih memperkirakan kenaikan suku bunga diperlukan sebelum akhir tahun. Harga emas pun menyentuh level terendah mingguan US$ 4.066,31 per ons pada Rabu.
Emas kemudian pulih dan mencapai level tertinggi mingguan US$ 4.207,48 per ons pada Jumat, didukung pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi.
Mengutip Kitco, Senin (12/10/2026), survei mingguan Kitco News menunjukkan 50% analis Wall Street memperkirakan harga emas naik pekan ini. Namun, investor ritel masih terbelah dalam memprediksi arah pergerakan emas.
Advertisement
Analis Prediksi Harga Emas Naik, Data Inflasi AS Jadi Penentu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
Survei Kitco News melibatkan 14 analis Wall Street. Sebanyak tujuh analis atau 50% memperkirakan harga emas menguat pekan ini. Dua analis atau 14% memprediksi harga turun, sedangkan lima analis atau 36% memperkirakan harga bergerak mendatar atau belum dapat menentukan arah.
Darin Newsom, analis senior Barchart.com, memperkirakan harga emas berpeluang naik. Menurut dia, secara teknikal emas berada dalam kondisi jenuh jual sehingga berpotensi mengalami penguatan jangka pendek.
Rich Checkan, Presiden sekaligus Chief Operating Officer Asset Strategies International, juga memperkirakan emas naik. Ia menilai tekanan jangka pendek dapat berkurang jika Federal Reserve (The Fed) tidak menaikkan suku bunga dalam pertemuan Oktober.
Sementara itu, Kevin Grady, Presiden Phoenix Futures and Options, menilai data inflasi AS yang dirilis pekan ini akan menjadi perhatian utama pasar. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan arah pergerakan harga emas.
Investor Ritel Masih Terbelah, Harga Emas Dibayangi Inflasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
Berbeda dengan analis Wall Street, investor ritel belum menunjukkan optimisme yang dominan. Dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 206 suara terkumpul. Sebanyak 45% responden memperkirakan harga emas naik pekan ini, 37% memprediksi turun, dan 18% memperkirakan harga bergerak mendatar.
Data inflasi Amerika Serikat menjadi katalis penting pekan ini. Pasar menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) September, serta data penjualan ritel dan klaim pengangguran.
Marc Chandler, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, memperkirakan harga emas masih menghadapi tekanan. Menurut dia, emas perlu kembali bertahan di atas US$ 4.230 per ons untuk menunjukkan terbentuknya fondasi penguatan.
Sebaliknya, Alex Kuptsikevich, analis senior FxPro, melihat peluang kenaikan lebih lanjut menuju US$ 4.300–US$ 4.350 per ons. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan dolar AS dan persoalan utang global masih menjadi tantangan bagi emas dalam jangka panjang.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3528254/original/097976800_1627890040-WhatsApp_Image_2021-08-02_at_2.22.53_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)