Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Pemerintah akan memanfaatkan stimulus perpajakan sekaligus mengevaluasi sejumlah komponen biaya penerbangan.
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agustinus Budi Hartono mengatakan keterjangkauan harga tiket menjadi salah satu perhatian pemerintah karena mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat selama libur akhir tahun.
Advertisement
"Jadi terkait dengan persiapan untuk Natal dan Tahun Baru tahun ini yang sudah pasti yang harus kita persiapkan adalah bagaimana nantinya masyarakat masih bisa melakukan bepergiannya dengan harga tiket tentunya yang pasti bisa terjangkau. Itu sudah pasti," kata Agustinus dikutip Antara, Jumat.
Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk penerbangan selama periode Nataru.
Agustinus menyampaikan aturan teknis mengenai stimulus tersebut masih disiapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Regulasi tersebut masih dalam proses harmonisasi sebelum diberlakukan untuk penerbangan angkutan Natal dan Tahun Baru.
Ia memperkirakan besaran stimulus PPN-DTP akan mengikuti tarif pajak yang berlaku saat ini, yakni 11%, untuk penerbangan tertentu bagi penumpang di seluruh Indonesia selama periode angkutan libur akhir tahun.
Passenger Service Charge dan Fuel Surcharge
Selain memberikan stimulus perpajakan, pemerintah juga mengkaji sejumlah komponen biaya penerbangan lainnya untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau.
Dua komponen yang menjadi perhatian adalah Passenger Service Charge (PSC) atau biaya pelayanan penumpang serta fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar.
Namun, penyesuaian kedua komponen tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pemangku kepentingan terkait. Pemerintah perlu mempertimbangkan keberlanjutan industri penerbangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat.
Kemenhub menilai kebijakan harga tiket perlu berjalan beriringan dengan kesiapan maskapai dalam menyediakan layanan penerbangan selama periode permintaan tinggi.
Artinya, upaya menekan harga tiket tidak boleh mengabaikan kualitas pelayanan dan ketersediaan armada. Maskapai juga diminta mempersiapkan operasional agar perjalanan masyarakat selama Nataru berjalan lancar.
Selain aspek harga dan layanan, keselamatan penerbangan menjadi perhatian pemerintah. Kemenhub akan membuka posko terpadu dan meningkatkan pengawasan operasional untuk menghadapi lonjakan aktivitas penerbangan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandar Udara juga akan memperkuat pemeriksaan pesawat sebelum dan selama periode Nataru.
Jaga Kondisi Pesawat
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh pesawat yang digunakan maskapai memenuhi standar kelaikan udara. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi gangguan teknis ketika volume penerbangan meningkat selama musim liburan.
Kemenhub mengingatkan maskapai agar memastikan seluruh armada berada dalam kondisi laik operasi. Kesiapan pesawat menjadi penting karena kerusakan mendadak dapat mengganggu rotasi penerbangan dan memicu keterlambatan di berbagai rute.
Gangguan pada satu pesawat, terutama pada periode dengan tingkat permintaan tinggi, dapat berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya. Karena itu, regulator meminta maskapai melakukan persiapan armada secara optimal sebelum periode Nataru berlangsung.
Agustinus berharap maskapai dapat menjaga kondisi pesawat agar tetap siap digunakan sepanjang periode liburan.
"Harapannya teman-teman airline bisa mempersiapkan armadanya dalam keadaan benar-benar serviceable sehingga nanti pada saat pelaksanaan (angkutan) Natal dan Tahun Baru tidak ada lagi pesawatnya tiba-tiba rusak selama periode itu," katanya.
Kemenhub juga akan memperkuat koordinasi antara regulator, maskapai, dan pengelola bandara. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran penerbangan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang aman dan nyaman selama periode Nataru 2026/2027.
Dengan demikian, strategi pemerintah menghadapi musim liburan akhir tahun tidak hanya berfokus pada harga tiket pesawat, tetapi juga mencakup kesiapan armada, keselamatan penerbangan, dan kelancaran operasional.