PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam

RS Mardi Rahayu memasang PLTS Atap 416 kWp untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung operasional rumah sakit berkelanjutan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Oktober 2026, 15:30 WIB
RS Mardi Rahayu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians. (Dok Solar Radiance)

Liputan6.com, Jakarta - RS Mardi Rahayu mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional rumah sakit yang lebih berkelanjutan.

Pengembangan PLTS tersebut melibatkan Solar Radiance, mulai dari tahap perencanaan, instalasi hingga commissioning. Pelaksanaan proyek juga mempertimbangkan aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan pelayanan rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam.

Tantangan tersebut membuat pekerjaan konstruksi dan instalasi harus dilakukan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan.

Dalam proyek tersebut, Solar Radiance mencatat 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident. Seluruh rangkaian pekerjaan juga disebut berlangsung tanpa mengganggu operasional RS Mardi Rahayu.

“Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100% zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek,” Ucap, Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, dikutip Jumat (2/10/2026).

Menurut Billy, aspek keselamatan menjadi semakin penting ketika pekerjaan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi sepanjang waktu.

Mendukung Rumah Sakit yang Beroperasi 24 Jam

RS Mardi Rahayu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians. (Dok Solar Radiance)

Billy mengatakan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari penyelesaian instalasi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan dan operasional rumah sakit selama pekerjaan berlangsung.

“terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Kami percaya keselamatan dan keberlangsungan operasional pelanggan harus menjadi bagian dari setiap tahapan proyek. Pencapaian ini juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan RS Mardi Rahayu.”

Bagi RS Mardi Rahayu, pemanfaatan PLTS Atap tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi terbarukan. Efisiensi energi juga dipandang sebagai bagian dari strategi keberlanjutan operasional rumah sakit.

“Efisiensi energi membantu menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Bagi kami, menjaga kesehatan manusia juga harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan lingkungan,” tambah Dr. Pujianto.

Dengan kebutuhan energi yang terus berkembang, pemanfaatan sumber energi terbarukan diharapkan dapat mendukung operasional rumah sakit dalam jangka panjang.

 

 

Inisiatif Keberlanjutan

RS Mardi Rahayu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians. (Dok Solar Radiance)

Pengoperasian PLTS Atap 416 kWp diharapkan menjadi bagian dari pengembangan berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan RS Mardi Rahayu.

Rumah sakit menilai penggunaan energi surya dapat mendukung efisiensi energi sekaligus memperkuat upaya pengelolaan lingkungan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung konsep Green Hospital, yakni pengembangan fasilitas kesehatan yang memperhatikan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan.

“Kami berharap PLTS ini dapat memberikan manfaat efisiensi energi dan ekonomi dalam jangka panjang, sekaligus menjadi awal bagi berbagai inovasi berkelanjutan di RS Mardi Rahayu,” tutup Dr. Pujianto.

Pengembangan energi surya di RS Mardi Rahayu juga belum berhenti pada proyek tersebut. Rumah sakit tengah menyiapkan pengembangan tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam proses pembangunan.

“Kerjasama PLTS antara RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance terus berlanjut, saat ini kami sedang merencanakan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan”, ujar Pujianto.

Langkah tersebut menunjukkan pemanfaatan energi surya mulai diarahkan menjadi bagian dari pengelolaan operasional rumah sakit dalam jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya