Liputan6.com, Jakarta - Paparan kabut asap tebal melanda wilayah Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (1/10/2026). Imbas buruknya jarak pandang karena asap, sedikitnya empat penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengalami kendala serius.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Sahab, mengonfirmasi bahwa pekatnya kabut asap memicu berbagai gangguan lalu lintas udara, mulai dari penundaan keberangkatan (delay), pesawat kembali ke bandara asal (return to base/RTB), hingga pengalihan rute mendarat (divert).
Advertisement
"Operasional penerbangan tetap menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara untuk memastikan aspek keselamatan penerbangan," tegas Ahmad Syaugi Sahab di Palembang, dikutip Antara, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan laporan operasional bandara, keterlambatan melanda pesawat nomor penerbangan IU 302 rute Palembang-Pangkalpinang. Pesawat yang semula dijadwalkan terbang pukul 06.20 WIB baru bisa mengudara pada pukul 07.41 WIB atau tertahan selama 1 jam 21 menit. Saat itu, jarak pandang di Palembang merosot hingga 500 meter, sementara di Pangkalpinang hanya menyisakan 300 meter.
Dampak serupa dialami penerbangan ID 7054 tujuan Palembang-Halim Perdanakusuma. Jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB terpaksa bergeser dan baru terealisasi pada pukul 09.29 WIB.
Gangguan Maskapai Citilink
Gangguan juga terjadi pada jadwal kedatangan. Maskapai Citilink penerbangan QG 980 rute Jakarta-Palembang yang sedianya mendarat pukul 07.10 WIB memutuskan putar balik (return to base). Sementara itu, penerbangan IU 933 dari Yogyakarta menuju Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.05 WIB terpaksa dialihkan pendaratannya ke Pekanbaru.
Selain empat rute tersebut, pihak pengelola bandara mencatat masih ada sejumlah jadwal kedatangan dan keberangkatan lain yang status pembaruannya belum masuk dalam sistem operasional.
Guna mengantisipasi perubahan jadwal susulan, manajemen bandara mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau informasi terkini serta aktif berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan terkait.