Liputan6.com, Jakarta - Pesona perempuan tumbuh seiring perjalanan hidup: pengalaman yang memperkaya, pilihan yang ditempa waktu, hingga peran yang silih berganti. Dari situ lahir keyakinan bahwa keindahan tidak pernah statis, melainkan bertransformasi mengikuti jejak langkahnya.
Gagasan tersebut melatari perayaan 47 tahun MONDIAL lewat koleksi high jewelry bertajuk MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon. Dalam rangkaian acara di sejumlah kota, rumah perhiasan ini memperkenalkan 70 karya yang disusun sebagai sebuah trilogi perjalanan.
Advertisement
Fase-fase ini dipandang sebagai pengalaman yang membentuk karakter, melebur dalam beragam peran: anak, pasangan, ibu, profesional, sekaligus individu yang terus berkembang. Narasi itulah yang menjadi benang merah koleksi.
Her Bloom, Fase Menemukan Diri
Masa bertumbuh identik dengan menjajal banyak hal, membuat pilihan, dan berdamai dengan kemungkinan gagal. Semangat inilah yang diwujudkan dalam Her Bloom, subkoleksi yang merepresentasikan how she becomes.
Terinspirasi dari Lumen Bloom, desainnya merangkum kelopak bunga yang seolah baru mekar sebagai simbol proses bertumbuh dan keberanian menjadi diri sendiri. Motif ini menghadirkan kesan lembut sekaligus tegas, layaknya langkah awal yang menentukan arah.
Salah satu mahakarya di fase ini adalah Serene Bleu Necklace. Kalung tersebut menempatkan Royal Blue Sapphire asal Sri Lanka sebagai center stone dengan bobot total 12,580 carat, diselimuti susunan center stones berlapis yang menerjemahkan kelopak bercahaya.
Keanggunannya menangkap momen ketika kecantikan dimaknai sebagai proses, bukan semata hasil akhir. Untuk mewakili spirit Her Bloom, MONDIAL menampilkan Marsha Timothy sebagai sosok yang mencerminkan keteguhan menentukan jalannya sendiri.
Her Glow, Percaya Diri yang Memancar Dari Dalam
Setelah ditempa pengalaman, hadir fase ketika perempuan tidak lagi bergantung pada validasi luar. Ia kian mengenal diri, paham apa yang diinginkan, dan nyaman dengan pilihan yang diambil. Karakter ini mewarnai Her Glow, yang merepresentasikan how she shines.
Terinspirasi dari Orb of Light, subkoleksi ini memvisualkan radiance from within melalui motif concentric halos yang anggun dan bercahaya. Salah satu karya utamanya, Eclat Necklace, menempatkan Royal Blue Sapphire asal Sri Lanka seberat 7,13 carat sebagai center stone.
Rangkaian concentric halos di sekeliling batu utama menghadirkan ilusi cahaya yang bergerak dari pusat, memancar halus namun tegas. Pada fase ini, perhiasan berfungsi melampaui aksesori: ia menjadi penanda keyakinan diri yang telah bertumbuh. Adinia Wirasti dipilih untuk merepresentasikan Her Glow dalam kampanye MONDIAL Gala.
Her Mark, Jejak yang Ingin Ditinggalkan
Ada saat ketika perjalanan hidup meluas dari pencapaian personal menuju nilai yang ingin diwariskan. Her Mark berbicara tentang what she leaves behind: keberanian, nilai, dan legacy yang terus hidup melampaui satu fase kehidupan.
Dari inspirasi Aurora Trails lahir Destinée Necklace, dengan siluet melengkung dan garis pendar yang dinamis. Di pusatnya, Royal Blue Sapphire seberat 6,06 carat bertindak sebagai center stone, mengikat komposisi yang mengalir.
Jika proses menjadi dan keberanian untuk bersinar hadir lebih dulu, maka Her Mark menandai momen refleksi—ketika setiap keputusan disadari meninggalkan arti. Dalam kampanye ini, Atiqah Hasiholan ditampilkan sebagai sosok yang merepresentasikan fase Her Mark.
Tiga Fase, Satu Narasi Perempuan
Melalui Her Bloom, Her Glow, dan Her Mark, MONDIAL menawarkan sudut pandang bahwa perjalanan perempuan tidak semestinya didefinisikan oleh angka usia. Narasi ini menempatkan pengalaman sebagai penentu ritme pertumbuhan dan makna.
Seorang perempuan bisa kembali berada di fase becoming ketika memulai karier baru, menemukan dirinya setelah menjadi ibu, atau mengambil keputusan besar dalam hidup. Inner glow dapat hadir kapan saja, sementara legacy dapat mulai ditulis sejak langkah pertama.
Tiga subkoleksi tersebut terasa sebagai lingkar perjalanan yang terus bergerak: dari keberanian untuk bertumbuh, kemampuan memancarkan cahaya dari dalam, hingga meninggalkan sesuatu yang bermakna.