Liputan6.com, Jakarta - Australia vs Brasil menjadi salah satu laga menarik dalam agenda uji coba internasional pada Jumat (25/9/2026). Pertandingan ini berlangsung di Queensland Country Bank Stadium, Townsville, Australia, mulai pukul 17.00 WIB.
Kedua tim sama-sama menjalani pertandingan pertama setelah Piala Dunia 2026. Australia membawa catatan positif dari turnamen tersebut, sedangkan Brasil harus melakukan pembenahan setelah tersingkir di babak 16 besar.
Advertisement
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan penting bagi Carlo Ancelotti untuk menjawab tekanan yang mengiringi kiprahnya bersama Brasil. Di sisi lain, Australia memiliki modal berupa rekor kandang yang kuat untuk memberikan perlawanan kepada Selecao.
Australia Punya Modal Kuat di Kandang
Australia berhasil melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati fase grup. Langkah mereka kemudian terhenti lewat adu penalti melawan Mesir setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal.
Hasil tersebut tetap menjadi catatan positif bagi Tony Popovic karena Australia mampu melewati fase grup dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Kemenangan 2-0 atas Turki pada pertandingan pembuka juga menjadi salah satu hasil terbaik mereka dalam turnamen tersebut.
Namun, performa Australia setelah Piala Dunia masih belum konsisten. Socceroos hanya meraih dua kemenangan dalam enam pertandingan terakhir, sementara tiga laga berakhir dengan kekalahan.
Australia tetap memiliki kekuatan ketika tampil di kandang sendiri. Mereka tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di depan pendukungnya, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang.
Brasil Membawa Misi Bangkit
Brasil datang ke Townsville setelah mengalami kekecewaan di Piala Dunia 2026. Selecao kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar dalam pertandingan yang membuat mereka harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian tujuh pertandingan tanpa kekalahan Brasil. Sebelumnya, tim asuhan Ancelotti mampu meraih enam kemenangan dalam periode tersebut.
Ancelotti masih memiliki banyak pemain berkualitas untuk mengubah permainan Brasil. Raphinha dan Vinicius Junior dapat menjadi ancaman utama dari sisi serangan, sementara Bruno Guimaraes diperkirakan mengisi lini tengah.
Brasil juga tidak membawa Alisson Becker di jeda internasional September. Hugo Souza berpeluang tampil sebagai penjaga gawang, sedangkan Endrick bisa mendapatkan kesempatan bermain untuk menambah pengalaman di lini depan.