Prabowo Minta Eksplorasi Minyak Besar-besaran, Sumur Rakyat Dibeli Pemerintah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan, pihaknya akan menggenjot ekslorasi untuk kerek produksi minyak sumur tua.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 September 2026, 21:30 WIB
(Foto:Dok.Kementerian ESDM)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan melakukan eksplorasi minyak bumi dalam skala besar. Produksi dari sumur tua hingga sumur rakyat akan dimanfaatkan untuk kebutuhan nasional.

Hal tersebut diungkap Bahlil usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah rencana disusun untuk memastikan ketahanan energi nasional, termasuk menggenjot produksi minyak bumi Tanah Air.

"Kita juga akan mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap cekungan-cekungan blok-blok minyak dan optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah ada, sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi," ungkap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Diketahui, pemerintah termasuk akan memanfaatkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk mendorong produksi dari sumur-sumur tua. Adapun, kebutuhan konsumsi nasional sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak bumi nasional masih berkisar 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari.

Bahlil juga menyebut, Prabowo menginginkan agar sumur minyak rakyat berskala kecil bisa dibeli oleh pemerintah sebagai bagian dari lifting nasional. Sasarannya yakni 45 ribu sumur rakyat di berbagai titik di Indonesia.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang 45 ribu itu harus dilakukan secara profesional dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain," tegasnya.

 

Target Lifting Minyak Naik pada 2027

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melantik pejabat baru di Kementerian ESDM, Rabu, (5/8/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia menambah target produksiminyak bumi nasional menjadi 612.500 barel per hari (bph) dalam RAPBN 2027. Dia berharap ada tambahan produksi dari sumur-sumur baru ke depan.

Angka target itu sedikit lebih tinggi dari target lifting minyak bumi pada APBN 2026 sebesar 610.000 bph. Menurutnya, target ini telah dibahas dengan pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Saya beberapa hari lalu sudah melakukan komunikasi dengan beberapa kementerian dan pimpinan yang lain, itu di kisaran 612.500 barel per hari supaya kerja Kepala SKK Migas juga kelihatan," kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Senin (31/8/2026).

 

Siasat Kejar Target

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menerangkan kenaikan target itu bukan tanpa alasan. Ada beberapa penambahan sumur produksi minyak bumi dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 2027. Termasuk berharap pada kenaikan produksi dengan metode enhanced oil recovery (EOR) di sejumlah sumur tua.

"Kita memang sekarang di 2027 itu ada terjadi beberapa penambahan sumur, seperti Petronas yang ada di wilayah Madura. Terus ada beberapa penambahan sumur kita yang memakai teknologi EOR. Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumur kita yang ada di Sumatra," ujar dia.

Bahlil berharap kendala pasokan listrik maupun pipa distribusi gas tak lagi menjadi kendala seperti terjadi pada awal 2026. "Jadi saya pikir insyaallah doakan saja mudah-mudahan enggak ada trouble di sektor listrik atau di pipa. Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika lifting-nya naik tapi penyalurannya enggak bisa kita lakukan. Kemarin kan terjadi hambatan di situ," harapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya