Liputan6.com, Jakarta - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengambil 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp 280,4 miliar untuk memperkuat bisnis infrastruktur kabel bawah laut. Transaksi tersebut memberikan INET kapabilitas EPC dan pemeliharaan kabel bawah laut untuk serat optik serta kabel listrik.
SGI memiliki kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, dan fasilitas gudang kabel di Kupang. SGI juga memiliki pengalaman menggelar dan memelihara ribuan kilometer jaringan kabel bawah laut di Indonesia.
Advertisement
"Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia. Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia,” ujar Direktur Utama INET Muhammad Arif di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
SGI telah mengerjakan sejumlah proyek kabel bawah laut, termasuk Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 km, Palapa Ring Timur 2.071 km, Perluasan Palapa Ring Timur 1.247 km, serta sejumlah jalur kabel lainnya. SGI juga mengerjakan pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 km dan proyek interkoneksi Singapura-Malaysia.
SGI memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang dengan PT Palapa Timur Telematika selama 15 tahun sejak 2019 untuk jaringan Palapa Ring Timur sepanjang 4.571 km. SGI juga memiliki kontrak pemeliharaan Palapa Ring Tengah sepanjang 1.807 km dan jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo.
INET menyebut kontrak pemeliharaan tersebut dapat memberikan pendapatan berulang bagi perusahaan setelah akuisisi. INET juga dapat memanfaatkan kapabilitas SGI untuk mendukung pengembangan jaringan tulang punggung serat optik nasional sepanjang sekitar 21.800 km.
SGI mengoperasikan Pacific Guardian sepanjang 115,6 meter dengan kapasitas 6.133 GT dan ROV berkemampuan hingga 2.500 meter. SGI juga memiliki Nostag 10 berukuran 92 meter x 28 meter dengan kapasitas 4.212 GT serta gudang kabel seluas 1.000 m² di Kupang.
SGI Memperluas Layanan Kabel Listrik Bawah Laut
Direktur SGI Bastian Sembiring mengatakan integrasi dengan INET dapat memberikan tambahan modal dan skala usaha bagi SGI. Menurut dia, perusahaan dapat memperluas layanan kabel listrik bawah laut dan menjangkau pasar regional.
"Selama lebih dari dua dekade, tim SGI telah menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara. Bergabung dengan INET memberi kami platform, modal, dan skala untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk pengembangan layanan kabel listrik bawah laut dan pasar regional,” ujar Bastian.
Transaksi senilai Rp280,4 miliar tersebut menjadikan INET sebagai pemegang 60% saham SGI. Perseroan menyatakan transaksi tersebut merupakan Transaksi Material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 dan bukan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020.
INET menyampaikan keterbukaan informasi transaksi tersebut kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Akuisisi tersebut memperluas bisnis INET dari penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan serat optik menjadi perusahaan dengan kapabilitas pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur kabel bawah laut.