Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto disebut meminta masalah pelanggaran konsumsi BBM Subsidi ditertibkan. Perintah itu menyusul adanya temuan tangki modifikasi berkapasitas jumbo yang digunakan untuk memborong BBM bersubsidi.
Hal tersebut diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia. Dia mengatakan telah melaporkan kondisi terkini penanganan antrean BBM di Sulawesi Selatan. Termasuk menyampaikan dugaan pelanggaran konsumsi BBM subsidi yang menyebabkan antrean panjang di Makassar, Sulawesi Selatan kepada Kepala Negara.
Advertisement
"Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu regulator, implementasi di lapangan itu adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dia menjelaskan salah satu penyebab antrean panjang BBM subsidi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Misalnya, ada mobil yang memodifikasi kapasitas tanki BBM-nya hingga 700 liter bahkan 1.000 liter.
"Berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja, membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik dengan mobil Pajero, segala macam. Jadi itu, itu yang membuat salah satu di antara yang membuat antrean," jelasnya.
Dia memastikan stok BBM subsidi yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan nasional sekitar 18-20 hari operasi. Pasokan BBM ke Makassar pun diakuinya sudah ditambah untuk mengurai kepadatan yang terjadi.
"Sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden. Namun kita tahu bahwa kondisi kemarin itu kan ada memang yang shifting dari pemakaian BBM yang tadinya memakai RON 92, 95, yang non subsidi, ada sebagian ke subsidi," ujar Bahlil.
Truk Modifikasi Borong BBM Subsidi
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada praktik pelanggaran dengan modifikasi tanki pengisian BBM. Hal tersebut berujung pada menipisnya stok BBM subsidi karena diduga diborong oknum tertentu.
Bahlilmengatakan temuan dari aparat kepolisian tak main-main. Ada kendaraan dengan modifikasi tanki BBM sendiri dengan kapasitas jumbo sekitar 700-1.000 liter. Praktik ini disebut ditemukan di tengah viralnya antrean BBM subsidi di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ditemukan oleh polisi, sekarang kan lagi viral tuh, contoh yang di Makassar. Itu ada mobil Fortuner, ada truk, ternyata di belakang itu dibikin tangki ada yang sampai 1 ton, ada yang sampai 700 liter," ungkapBahlilditemui di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Diduga Punya Tujuan Tertentu
Ia menduga cara tersebut diterapkan untuk tujuan tertentu. Menurut dia, tidak berhak suatu pihak mengambil BBM subsidi dengan jumlah yang terlampau banyak.
"Jadi mereka ngantre itu hanya untuk mengisi itu untuk melakukan tujuan tertentu. Ini kan kasihanlah, jangan kita begitu untuk rakyat gitu loh. Ini kan subsidinya untuk rakyat kecil," ucapnya.
Bahlil mengatakan, persoalan di Makassar sudah ditindaklanjuti bersama pemerintah setempat serta aparat penegak hukum. "Sekarang sudah, alhamdulillah sekarang sudah mulai terurai, tapi kita akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran," jelas dia.