Liputan6.com, Jakarta - CEO LVMH, grup barang mewah asal Prancis, Bernard Arnault, turun dari daftar 10 orang terkaya di dunia setelah kekayaan anjlok US$ 65 miliar, atau Rp 1.153 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.746).
Dia menempati posisi ke-11 Indeks Miliarder Top 10 Bloomberg dengan kekayaan US$ 143 miliar, atau Rp 2.537 triliun.
Advertisement
Melansir VnExpress, Kamis (17/9/2026), kekayaan Bernard Arnault sudah merosot sejak awal tahun ini, yang menjadi kemerosotan terparah dari 500 orang terkaya di dunia. Penyebab utamanya adalah konflik geopolitik dan kasus hukum.
Grup barang mewah terpukul hebat oleh peperangan yang terjadi di Timur Tengah, yang membuat permintaannya lesu di pusat perbelanjaan besar seperti Dubai, menurut Bloomberg.
Selain itu, penjualannya di China, salah satu pasar terbesarnya, juga telah terdampak oleh kritik publik akibat pertikaiannya dengan merek minuman teh, Molly.
Arnault telah mengumpulkan kekayaan dalam kurun puluhan tahun, membangun kerajaan yang berisi merek mewah ternama seperti Louis Vuitton, TAG Heuer, hingga Dior.
Sebelumnya, dia pernah menjadi orang terkaya di dunia pada akhir 2022, yang setelahnya digantikan oleh miliarder industri teknologi seperti Jeff Bezos dan kemudian Elon Musk, seperti yang dilaporkan oleh Forbes.
Posisi 10 Teratas Didominasi Miliarder Teknologi
Kemerosotannya dari posisi 10 teratas membuat daftar tersebut didominasi oleh miliarder teknologi AS. Musk kini merajai indeks Bloomberg dengan kekayaan US$ 917 miliar, atau Rp 16.270 triliun, diikuti oleh pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Amazon Jeff Bezos, dan CEO Dell Technologies Michael Dell, yang kekayaannya memiliki rentang dari US$ 251 miliar (Rp 4.453 triliun) hingga US$ 299 miliar (Rp 5.305 triliun).
Selain itu, di 10 teratas juga ada Mark Zuckerberg, Larry Ellison, Steve Ballmer, Jensen Huang dan Warren Buffett.
Peringkat real-time Forbes berisi orang yang sama dalam 10 teratasnya, tetapi menempatkan Arnault di posisi ke-14 dengan kekayaan bersih US$ 128 miliar, atau Rp 2.271 triliun.
Selain penjualan, warisan juga menjadi isu besar yang menyelimuti Arnault dan LVMH. Koran Prancis Le Monde pada bulan Juli menerbitkan seri enam bagian tentang miliarder ini, yang mengungkap pertengkaran warisan oleh kelima anaknya, yang semuanya bekerja di grup barang mewah tersebut.
Namun, laporan ini dibantah oleh Arnault, menekankan dalam surat respons keluarganya tetap utuh, menurut Reuters.