Ditolak Bank dan Perusahaan, Kini Punya Harta Rp 60 Triliun

Sempat ditolak kerja di negerinya sendiri, perempuan ini sukses raih modal dari garasi dan dobrak industri bioteknologi.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 17 September 2026, 07:00 WIB
Miliarder wanita asal India, Kiran Mazumdar-Shaw. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kisah hidup Kiran Mazumdar-Shaw menjadi bukti nyata bagaimana keteguhan mental mampu mengubah diskriminasi menjadi batu lompatan menuju kesuksesan. Perempuan asal Bangalore, India, ini sukses bertransformasi dari lulusan ilmu fermentasi yang sempat ditolak bekerja di negerinya sendiri menjadi salah satu pengusaha bioteknologi paling berpengaruh di dunia.

Dikutip dari Forbes, Kamis (17/9/2026), Mazumdar-Shaw awalnya bercita-cita menjadi dokter. Namun, usahanya menembus sekolah kedokteran gagal. Tak hilang arah, ia beralih mendalami ilmu zoologi dan sains fermentasi hingga meraih gelar Master of Science bidang brewing (peracikan bir) dari Melbourne University, Australia.

Saat pulang ke India pada dekade 1970-an membawa kualifikasi mumpuni sebagai master peracik bir wanita pertama di negaranya, ia justru tersandung stereotip gender. Banyak perusahaan menolak mempekerjakannya hanya karena industri pembuatan bir saat itu dianggap tidak layak bagi seorang perempuan.

Dilansir dari laman WIPO Magazine, titik balik hidupnya tiba saat ia bertemu Leslie Auchincloss, pendiri Biocon Biochemicals asal Irlandia. Terkesan dengan keilmuan Mazumdar-Shaw, Auchincloss menawarkan kemitraan untuk mendirikan cabang usaha di India. Pada 1978, berbekal modal nekat sekitar 10.000 rupee di sebuah garasi rumah sewaan di Bangalore, ia mulai memproduksi ekstraksi enzim untuk industri makanan dan tekstil.

Fase awal merintis usaha diwarnai prasangka dan tantangan sosial. Banyak bank menolak memberikan pinjaman modal karena menilai bisnis bioteknologi terlalu berisiko, plus mereka ragu pada wirausahawan perempuan muda tanpa jaminan finansial. Ia juga kesulitan merekrut pekerja karena tak ada yang mau dipimpin seorang wanita.

Namun, Mazumdar-Shaw menjawab keraguan itu lewat eksekusi bisnis yang presisi hingga berhasil mengamankan pendanaan pertama dari seorang bankir yang berani mengambil risiko.

Kemandirian Bisnis dan Kepemimpinan Inovatif

Ilustrasi sukses. Foto: bang2write

Dikutip dari StartupTalky, ketekunan Mazumdar-Shaw membuat usahanya tumbuh pesat dari produsen enzim skala kecil menjadi raksasa biofarmasi terintegrasi. Ketika mitra usahanya asal Irlandia diakusisi perusahaan multinasional, ia mengambil langkah berani: membeli kembali seluruh saham perusahaannya demi memegang kendali penuh atas arah bisnis yang ia rintis dari nol.

Inovasi kepemimpinannya makin terlihat saat ia mengalihkan fokus riset ke penyediaan obat berbiaya terjangkau, seperti insulin untuk penderita diabetes dan terapi biologi kanker. Lewat strategi memangkas biaya produksi tanpa mengorbankan mutu standar internasional, ia berhasil mendobrak dominasi monopoli obat dari raksasa farmasi Barat.

Usahanya tak hanya menguasai pasar domestik India, tetapi juga merambah pasar internasional, termasuk Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Pengakuan global pun mengalir deras. Keberhasilannya membawa perusahaan melantai di bursa saham dengan nilai kapitalisasi raksasa mengukuhkan namanya sebagai salah satu wanita tertajir di India yang membangun bisnis murni dari hasil keringat sendiri (self-made billionaire). Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Kiran Mazumdar-Shaw menembus sekitar US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 60 triliun (kurs Rp 17.672 per US$).

Misi Kemanusiaan dan Warisan untuk Dunia Sains

Gelimang materi tak membuat Mazumdar-Shaw lupa pada misi sosial. Filosofi kepemimpinannya berakar kuat pada penyediaan akses kesehatan terjangkau (affordable healthcare) bagi masyarakat kelas bawah. Bagi Mazumdar-Shaw, inovasi sains bukan sekadar instrumen meraup untung, melainkan alat untuk menyelamatkan nyawa jutaan orang di negara berkembang.

Perpaduan visi masa depan, ketahanan mental melawan stigma gender, keberanian mengambil risiko riset, serta kepemimpinan yang humanis menjadikan Kiran Mazumdar-Shaw ikon fenomenal dalam dunia wirausaha global.

Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa pembatas gender dan keterbatasan modal tak sanggup menghalangi seorang wanita untuk mencetak sejarah di industri bioteknologi dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya