Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pergantian susunan Kabinet Merah Putih merupakan kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seluruh jajaran pemerintahan maupun masyarakat perlu menghormati keputusan Kepala Negara.
Diketahui, reshuffle kabinet teranyar adalah pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara. Bahlil menegaskan bahwa keputusan pergantian tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
Advertisement
"Menyangkut reshuffle itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dia menerangkan, Presiden Prabowo Subianto memiliki hak konstitusional untuk mengangkat atau memberhentikan posisi menteri, wakil menteri, hingga seluruh anggota Kabinet Merah Putih. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak menghargai setiap langkah penataan kabinet yang dilakukan Presiden.
"Setiap menteri, setiap wakil menteri, setiap anggota kabinet diangkat atau diberhentikan, kita harus hargai hak prerogatif Bapak Presiden," tutur Bahlil.
Suahasil Nazara Pastikan Arah Kebijakan Berlanjut
Sebelumnya, Suahasil Nazara menegaskan pergantian dirinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan bukan menandakan adanya perubahan arah kebijakan secara keseluruhan.
Suahasil resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menggantikan Purbaya yang menjabat sebagai Menkeu sejak 8 September 2025.
Usai pelantikan, Suahasil sempat menanggapi pertanyaan mengenai potensi gejolak pasar menyusul pergantian di pucuk pimpinan Kementerian Keuangan. Menurutnya, pasar memang memiliki mekanismenya sendiri, namun pergantian ini sebaiknya dipandang sebagai bentuk keberlanjutan.
"Tapi menurut saya, ini bukan perubahan yang... ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan. Kelanjutan, kan teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan. Jadi kita akan terus bekerja, kita akan terus melanjutkan menjaga keuangan negara dengan cara yang lebih baik. Demikian, terima kasih teman-teman media, mohon dukungannya," kata Suahasil.
Ia menambahkan, latar belakang dirinya yang selama ini bertugas di lingkungan Kementerian Keuangan akan membuat proses transisi berjalan lancar.
"Transisi pasti harus kita koordinasikan dengan baik, dan setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa," ucapnya.
Pastikan APBN Tetap Kredibel
Suahasil juga menyampaikan prioritas utamanya sebagai Menteri Keuangan baru, yakni memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kredibel dan dapat dipercaya publik.
Ia menekankan bahwa APBN harus tetap efektif mendukung berbagai program prioritas pemerintah sekaligus menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," tutur Suahasil.