Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merupakan wujud pengelolaan pemerintahan yang baik dalam sistem demokrasi. Prabowo menuturkan dirinya dan Pramono berbeda partai politik, namun tetap bekerja sama dalam mengelola negara.
"Saya, Presiden Republik Indonesia, memimpin pemerintah pusat. Saudara Pramono Anung, Gubernur DKI, memimpin pemerintah daerah Jakarta. Kita datang dari partai yang berbeda. Kita bersaing dalam pemilihan umum. Tapi kita bisa bekerja sama. Kita bisa saling menghormati," kata Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Advertisement
Prabowo menuturkan dirinya dan Pramono menyadari bahwa pemimpin dipilih oleh rakyat. Dia menekankan pemimpin merupakan pelayan serta petugas rakyat sehingga seluruh pikiran dan tenaga harus dicurahkan untuk masyarakat.
"Karena kita sadar, di dalam hati sanubari kita, bahwa kita dipilih oleh rakyat. Kita di sini, saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono sebagai Gubernur, Saudara Rano sebagai Wakil Gubernur, pelayan rakyat. Kita petugasnya rakyat," jelasnya.
"Pikiran kita, tenaga kita, upaya kita, semuanya untuk rakyat Indonesia," sambung Prabowo.
Menurut dia, seorang pemimpin seharusnya mundur apabila tidak sanggup melayani masyarakat. Sebab, Prabowo menilai pemimpin harus bekerja hanya untuk kepentingan bangsa dan rakyat.
"Kalau kita tidak kuat dan kita tidak sanggup, ya kita harus ksatria, kita harus minggir. Selama kita mau menerima mandat ini, selama kita mau menerima kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita harus bekerja hanya untuk kepentingan yang besar, kepentingan bangsa, kepentingan rakyat," tutur Prabowo.
Prabowo menyampaikan Jabodetabek merupakan metropolitan besar di dunia dengan 42 juta penduduk. Meski begitu, para kepala daerah dapat mengelola masing-masing daerahnya dengan tertib.
"Bahwa kita bisa mengelola suatu aglomerasi, suatu metropolitan sebesar ini, 42 juta, mungkin lebih besar dari banyak negara di dunia, kita bisa mengelola dengan aman, dalam suasana demokratis, tapi tertib. Contoh yang paling baik daripada bernegara secara Indonesia," pungkas Prabowo.