Iran Tangkap 6.000 Orang Terkait Demonstrasi Januari

Iran menyebut 3.117 orang tewas dalam kerusuhan Januari, termasuk warga sipil dan aparat keamanan. Kelompok HAM melaporkan jumlah lebih tinggi.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 15 September 2026, 08:00 WIB
Dalam foto yang diperoleh The Associated Press ini, warga Iran dilaporkan mengikuti aksi demonstrasi anti-pemerintah di Teheran, Iran, Jumat, 9 Januari 2026. (Dok. UGC via AP)

Liputan6.com, Teheran - Pihak berwenang Iran sejauh ini telah menangkap 6.000 orang yang diduga terlibat dalam aksi protes antipemerintah dan kerusuhan pada Januari lalu. Demikian kata Kepala Kepolisian Iran Ahmadreza Radan, Senin (14/9/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, Radan menyebut para tahanan terlibat dalam upaya kudeta. Ia juga menuding mereka membantu negara-negara yang dianggap memusuhi Iran selama kerusuhan pada 8-9 Januari.

"Kami tidak akan membebaskan orang-orang ini, kecuali mereka yang menyatakan penyesalan dan bertobat," kata Radan.

Aksi protes bermula di Grand Bazaar Teheran pada 28 Desember 2025, di tengah merosot tajamnya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Gelombang demonstrasi kemudian menyebar ke sejumlah kota di berbagai wilayah Iran.

Aksi tersebut memuncak pada 8-9 Januari. Pihak berwenang Iran mengatakan sebagian demonstrasi berubah menjadi kerusuhan yang disertai serangan terhadap aparat keamanan serta perusakan fasilitas dan harta benda milik negara maupun pribadi.

Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung kerusuhan tersebut. Tuduhan itu dibantah Washington dan Tel Aviv.

Pihak berwenang Iran mengatakan kerusuhan menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas dan harta benda, termasuk gedung pemerintah, bank, kantor polisi, sekolah, masjid, rumah, dan kendaraan.

Dalam langkah terkait, lembaga peradilan Iran mengatakan pihak berwenang telah menyita 240 properti dan aset lainnya milik orang-orang yang dituduh bertindak melawan negara atau mendukung negara-negara yang dianggap bermusuhan dengan Iran. Mereka yang menjadi sasaran penyitaan juga mencakup orang-orang yang tinggal di luar negeri. Sebanyak 182 rekening bank turut dibekukan.

Menurut lembaga peradilan Iran, langkah tersebut menyasar orang-orang yang dituduh melakukan sejumlah tindakan, termasuk menyebarkan propaganda melawan Iran serta bekerja sama dengan Israel dan negara-negara lain yang dianggap Teheran sebagai pihak yang bermusuhan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya