NYFW 2027, Aksi Protes Aktivis PETA di Runway COS Picu Adu Fisik

Aksi protes di runway COS NYFW 2027 menyoroti penggunaan wol.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 14 September 2026, 21:00 WIB
Aktivis PETA membawa poster berisi pesan penolakan terhadap penggunaan wol dalam aksi protes di peragaan COS pada New York Fashion Week. (instagram.com/peta)

Liputan6.com, Jakarta - New York Fashion Week (NYFW) 2027 diwarnai aksi protes saat koleksi Spring/Summer 2027 COS diperagakan pada Minggu, 13 September 2026. Lima aktivis People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyusup ke area penonton sebelum bergantian menerobos runway yang dipenuhi editor, pembeli, dan pelaku industri fashion.

Aksi tersebut berlangsung ketika model tengah memperagakan koleksi terbaru COS. Para aktivis membawa papan berisi pesan penolakan terhadap penggunaan wol dan menyerukan penghentian pemakaian material yang berasal dari bulu domba. Kehadiran mereka sontak mengalihkan perhatian penonton dari koleksi yang tengah berjalan.

Salah satu aktivis PETA, Mason Melito, mengatakan kelompoknya akan terus menekan H&M Group sebagai perusahaan induk COS. Tekanan itu akan berlanjut hingga merek tersebut menghentikan penggunaan wol dalam peragaan busananya, melansir InStyle, Senin (14/9/2026).

Situasi sempat memanas ketika seorang demonstran terlibat adu fisik dengan penonton. Petugas keamanan segera turun tangan untuk mengendalikan keadaan dan mengawal sejumlah aktivis meninggalkan lokasi pertunjukan.

PETA menjadikan penggunaan wol sebagai bagian dari kampanye mereka terkait kesejahteraan hewan dalam industri fashion. Organisasi tersebut menilai proses produksi wol masih berkaitan dengan perlakuan terhadap domba yang mereka anggap tidak dapat dibenarkan.

PETA menyatakan akan melanjutkan kampanye terhadap seluruh bagian grup hingga tuntutan mereka mengenai penggunaan wol dipenuhi.

Isu material hewan sendiri semakin mendapat perhatian dalam dunia fashion karena konsumen mulai mempertimbangkan bagaimana sebuah pakaian dibuat, dari bahan yang digunakan hingga proses produksinya.

Standar Material Wol

Aktivis PETA membawa poster berisi pesan penolakan terhadap penggunaan wol dalam aksi protes di peragaan COS pada New York Fashion Week. (instagram.com/peta)

COS mengaku menggunakan beberapa jenis wol dalam koleksinya dengan pendekatan pengadaan yang berbeda. Material tersebut mencakup NATIVA Wool, recycled wool, serta wol yang telah memperoleh sertifikasi Responsible Wool Standard (RWS).

NATIVA Wool berasal dari peternakan yang menerapkan protokol tertentu dalam proses produksinya. Standar tersebut mencakup pengelolaan tanah dan lahan, kondisi kerja yang aman bagi peternak, dan penerapan prinsip kesejahteraan hewan.

Sistem ini dirancang untuk memastikan rantai produksi wol memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekaligus kondisi hewan yang terlibat. Sementara itu, penggunaan recycled wool menjadi bagian dari upaya memanfaatkan kembali material yang sudah tersedia.

Recycled wool menggunakan limbah tekstil dari proses produksi maupun pakaian yang telah mencapai akhir masa pakainya. Material tersebut diproses secara mekanis dan dipintal kembali menjadi benang baru sehingga dapat digunakan dalam produk berikutnya.

COS Punya Standar untuk Material Wol

Runway COS di New York Fashion Week. (instagram.com/cosstores)

 

Sertifikasi RWS menetapkan sejumlah persyaratan terkait kesejahteraan hewan dan pengelolaan lahan, dengan proses verifikasi yang dilakukan secara independen.

Standar RWS dirancang untuk memastikan sumber wol memenuhi ketentuan tertentu sejak tahap peternakan. Aspek yang diperhatikan mencakup perlakuan terhadap hewan serta praktik pengelolaan lahan yang menjadi bagian dari rantai produksi.

Penggunaan berbagai jenis material tersebut turut menunjukkan upaya COS dalam memberikan informasi mengenai asal-usul wol yang digunakan. Organisasi kesejahteraan hewan Four Paws sebelumnya menempatkan COS sebagai salah satu merek global yang dinilai transparan dalam penggunaan wol.

Penilaian tersebut merujuk pada investigasi yang diterbitkan Four Paws pada Oktober 2025, yang menyoroti transparansi sejumlah merek fashion dalam rantai pasok wol.

Era Baru Tanpa Bulu

Runway COS di New York Fashion Week. (instagram.com/cosstores)

Musim ini jadi momen penting bagi New York Fashion Week dalam mengatur penggunaan material hewani. Gelaran ini merupakan penyelenggaraan pertama setelah Council of Fashion Designers of America (CFDA) menerapkan larangan penggunaan bulu asli pada koleksi yang masuk Official NYFW Schedule.

CFDA mengumumkan kebijakan tersebut pada Desember 2025 dan memberikan kesempatan pada desainer untuk menyesuaikan material, serta konsep pertunjukan. Aturan itu melarang penggunaan bulu dari hewan yang sengaja dibunuh untuk diambil bulunya, termasuk mink, rubah, kelinci, chinchilla, coyote, dan raccoon dog.

Kebijakan tersebut berbeda dengan perdebatan mengenai penggunaan wol yang menjadi sasaran aksi PETA di runway COS. Wol diperoleh dari domba yang dicukur, sedangkan bulu asli umumnya berasal dari hewan yang dibunuh untuk mengambil materialnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya