Liputan6.com, Jakarta - Pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). Tim SAR kini memperluas area pencarian hingga perairan Tabuhan, Teluk Semangka, dari sisi Lampung.
KN SAR Basudewa bertolak dari Pelabuhan Pelindo Panjang pukul 08.00 WIB menuju Sektor Z. Sebanyak 27 personel dikerahkan untuk menyisir perairan yang menjadi salah satu sektor pencarian dalam operasi SAR hari ketujuh.
Advertisement
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansyah mengatakan, perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah enam hari operasi belum membuahkan hasil dan keberadaan delapan orang tersebut masih menjadi misteri.
"Memasuki hari ketujuh, pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan seluruh unsur yang tersedia," kata Deden, Senin (14/9/2026).
Dia bilang, tim SAR membagi penyisiran ke sejumlah sektor untuk memperbesar peluang menemukan para korban maupun petunjuk baru terkait keberadaan speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda tersebut.
"Tim bergerak sesuai sektor pencarian yang telah ditentukan. Dari Lampung, KN SAR Basudewa hari ini menuju Sektor Z di perairan Tabuhan, Teluk Semangka," jelasnya.
Basudewa Sisir Teluk Semangka
Pada operasi SAR hari ketujuh, area pencarian dibagi ke tujuh sektor laut dan udara. Sektor pencarian laut meliputi Sektor X seluas 831 nautical mile persegi (NM²), Sektor Z 512 NM², Sektor V 1.182 NM², Sektor W 1.167 NM², Sektor U 481 NM², serta Sektor Y 413 NM².
Sementara pencarian dari udara dilakukan di Sektor H dengan luas mencapai 2.063 NM². Total area pencarian di laut mencapai 4.586 NM².
Deden mengatakan, cuaca dan kondisi perairan terus menjadi perhatian tim selama operasi berlangsung. Keselamatan personel menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan pola penyisiran.
"Keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama. Kondisi cuaca dan perairan terus kami pantau selama operasi berlangsung," katanya.
Saat KN SAR Basudewa meninggalkan Pelabuhan Panjang, tim SAR menghadapi kondisi perairan yang berkabut. Jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 1,5 mil laut.
Meski demikian, tinggi gelombang relatif rendah, yakni 0 hingga 0,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 10-15 knot.
"Setiap pergerakan unsur SAR kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Yang terpenting pencarian tetap berjalan dengan aman dan efektif," ujar Deden.
Puluhan Unsur SAR Dikerahkan
Operasi pencarian hari ketujuh melibatkan sejumlah kapal dan unsur SAR dari berbagai instansi. Selain KN SAR Basudewa, tim juga mengerahkan KN SAR Tetuka, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, hingga RIB 02 Lampung.
Pencarian dari udara diperkuat menggunakan helikopter HR 3604 serta dua drone thermal milik Basarnas.
Unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan dan berbagai potensi SAR lainnya juga ikut dikerahkan dalam operasi pencarian besar-besaran tersebut.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Kami juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar operasi ini segera membuahkan hasil," terangnya.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55) selaku kapten speedboat, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) sebagai guide, serta lima jurnalis.
Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, serta Donal (51), pekerja lepas.
Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dalam perjalanan, salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian mendadak terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak saat itu, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya belum diketahui.
Kini, memasuki hari ketujuh operasi SAR, pencarian terus diperluas dari berbagai arah. Dari sisi Lampung, KN SAR Basudewa menyisir hingga perairan Tabuhan dan Teluk Semangka, sementara unsur laut dan udara lainnya bergerak di sejumlah sektor Selat Sunda.
Hingga Senin siang, belum ada tanda-tanda keberadaan lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak usai perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau.